Jenazah Marsma Harsono Diberangkatkan ke Klaten

Kompas.com - 21/05/2009, 10:09 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jenazah Marsma TNI Harsono (50) dan istri Ny Dathy Wulandari (42),  yang tewas dalam kecelakaan pesawat Hercules C-130 nomor A 1325 milik TNI AU, diberangkatkan ke Klaten, Jawa Tengah, Kamis pukul 08.30 untuk dimakamkan di pemakaman keluarga.

Jenazah suami-istri itu dilepas dari rumah duka di jalan Kaliurang Km 10 Dusun Nglaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, dengan upacara militer yang dipimpin Danlanud Adisutjipto Yogyakarta Marsma TNI Hari Muljono.

Kedua jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Sleman menuju Klaten menggunakan dua mobil ambulans TNI AU diiringi sejumlah kendaraan lainnya. Rencananya jenazah Marsma TNI Harsono dan istri Ny Dathy Wulandari dimakamkan di pemakaman keluarga di Karangnongko, Gondang, Klaten, Jawa Tengah.

Pemberangkatan jenazah diiringi isak tangis dari orangtua, anak, kerabat dan teman sejawat almarhum. Danlanud Adisutjipto Yogyakarta Marsma TNI Hari Muljono dalam sambutannya mengatakan, secara lahiriah kepergian almarhum untuk kembali ke haribaan Tuhan merupakan kehilangan bagi semua.

"Namun sebagai insan yang beriman, kita meyakini kuasa dan kehendak Tuhan bahwa peristiwa itu harus diterima dengan penuh keimanan, ketabahan, dan keikhlasan," katanya.

Ia berharap, keluarga yang ditinggalkan diberi bimbingan kekuatan iman dan keteguhan hati oleh Tuhan untuk menerima kenyataan itu serta dapat melanjutkan perjuangan dan cita-cita almarhum.

Hadir dalam upacara pemberangkatan jenazah dari rumah duka antara lain Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional TNI, Marsekal Muda TNI Drajat Raharjo, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI TB Silaen, serta sejumlah pejabat di lingkungan TNI AU, TNI AD, TNI AL, dan Polri.

Marsma TNI Harsono dan istri Ny Dathy Wulandari merupakan dua korban tewas dalam kecelakaan pesawat Hercules TNI AU di desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabuaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (20/5).

Pesawat Hercules itu berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Iswahyudi, Madiun. Pesawat milik TNI AU itu diperkirakan mengangkut 98 penumpang dan 14 awak pesawat yang dipiloti Mayor Danu dan copilot Kapten Younan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau