JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi memercayai bila TNI Angkatan Udara mampu menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat angkut jenis C-130 Hercules Alpha 1325 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (20/5) pagi. Lalu, mengambil tindakan perbaikan untuk mencegah kejadian serupa.
"Hari ini (Kamis), TNI AU pasti sudah menerjunkan Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara ke lokasi kejadian. Saya yakin mereka mampu menyelidiki kecelakaan, tanpa melibatkan pihak luar," kata Tatang, Jumat (22/5) di Jakarta.
Menurut Tatang, peralatan investigasi dan tim penyelidik TNI AU, bahkan lebih lengkap dari KNKT. "Lagi pula, secara institusional sulit ada kerja sama antara TNI AU dan KNKT. Sebab KNKT hanya mengurusi penerbangan sipil. Terlebih, pesawat Hercules jarang digunakan oleh penerbangan sipil," kata dia.
Meski demikian, Tatang tak menampik bila ada tawaran kerja sama personal untuk mengurai penyebab kecelakaan pesawat Hercules itu. "Saya kan mantan perwira tinggi TNI AU, jadi pasti akan membantu TNI AU bila diminta," kata dia.
Tatang adalah pensiunan marsekal muda, yang juga lulusan USAF Accident Investigation Course 1979.
Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan, jelas ada kekurangan dana dalam penerbangan militer di Indonesia berefek pada jatuhnya beberapa pesawat miter. "Saya sarankan, lebih baik bila dunia penerbangan Indonesia bersatu untuk membantu kelaikterbangan pesawat milik TNI AU," kata dia.
Dikatakan Dudi, dari prinsip dasarnya, nyaris tiada beda antara pesawat militer dan pesawat sipil. Dengan demikian, kata Dudi, investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi seharusnya dapat membantu penyelidikan jatuhnya pesawat di Magetan.
"Saya mengakui, saat ini sangat sulit mengharapkan ada kerja sama antara TNI AU dan KNKT. Tetapi, saya mempunyai impian bila keduanya bekerja sama, dengan tujuan untuk meminimalisir kecelakaan terbang," kata Dudi.
Dudi mencontohkan, ketika pesawat CN-235-220 versi militer buatan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) jatuh di Lanud Gorda, Serang pada 22 Mei 1997, banyak pihak dilibatkan untuk membahas penyebab jatuhnya pesawat. "Saya waktu itu, turut juga dilibatkan," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang