MOSKWA, KOMPAS.com - Kementerian pertahanan Rusia, Senin (25/5) mengatakan, pihaknya membenarkan telah memantau Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir bawah tanah, kata laporan kantor-kantor berita.
"Fasilitas pemantauan membenarkan adanya ledakan nuklir bawah tanah, yang dilakukan di wilayah Korea Utara. Informasi ini sedang dikaji dan dianalisa," kata seorang pejabat kementerian pertahanan, seperti yang dikutip oleh kantor berita Interfax.
Kantor berita ITAR-TASS juga mengutip seorang pejabat kementerian pertahanan yang membenarkan uji coba bom nuklir Korea Utara itu.
Namun demikian, para pejabat Rusia juga telah melakukan uji radiasi di dekat perbatasan dengan Korea Utara, di wilayah Primorye, dan menemukan radiasi pada tingkat normal, kata laporan ITAR-TASS, mengutip seorang perempuan juru bicara pada Biro Meteorologi di wilayah itu, Varvara Koridze.
Pada Senin pagi, Korea Utara mengatakan, bahwa pihaknya "berhasil" melakukan uji coba senjata nuklir di bawah tanah, yang lebih kuat dari bom atom yang diuji coba sebelumnya, tiga tahun lalu.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan, suatu getaran terdeteksi di sekitar kota timur laut Kilju, dekat tempat uji coba nuklir itu dilakukan pada Oktober 2006.
Kementerian luar negeri Rusia menyatakan "prihatin" atas uji coba Senin itu, namun mengatakan, bahwa pihaknya masih mempelajari situasinya, kata komentar-komentar yang disiarkan oleh RIA-Novosti.
Rusia salah satu negara yang ikut ambil bagian dalam perundingan-perundingan enam negara, yang bertujuan menghentikan dan menutup program senjata nuklir negara komunis tersebut, bersama kedua Korea, China, Jepang dan Amerika Serikat.
Rusia juga anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) yang memiliki hak veto. Bulan lalu, DK PBB mengecam peluncuran roket Korea Utara yang membuat marah Pyongyang.