ICW: Audit Dana Kampanye Wajib Dipublikasikan

Kompas.com - 25/05/2009, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memublikasikan hasil audit dana kampanye untuk pemilu legislatif yang lalu. ICW meragukan kualitas pelaporan dana kampanye merujuk kepada konteks kepatuhan parpol peserta pemilu dalam pelaporan.

"KPU harus segera mempublikasikan hasil audit dana kampanye legislatif sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, komitmen atas keterbukaan informasi dan upaya membangun partisipasi publik di dalam pengawasan dana kampanye legislatif," tutur Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Fahmi Badoh dalam keterangan pers di Warung Daun Cikini, Senin (25/5).

Dari pemantauan yang dilakukan ICW di tiga daerah, meliputi Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta, ditemukan maraknya indikasi korupsi pemilu yang terkait dengan kasus politik uang, manipulasi pendanaan politik, dan penyalahgunaan fasilitas jabatan dan anggaran publik untuk kepentingan kampanye.

Akibatnya, menurut Fahmi, hal ini berdampak pada buruknya pencatatan dana kampanye, buruknya pelaporan, dan gelapnya hasil audit sehingga menguatkan adanya indikasi manipulasi laporan dana kampanye. Indikasi manipulasi laporan dana kampanye tercium dari konfirmasi jumlah total sumbangan dan belanja yang dilaporkan oleh parpol kepada auditor dengan data rekapitulasi pembelanjaan aktual kampanye di media massa cetak dan media televisi.

Dari hasil perbandingan ini, enam parpol besar terindikasi tidak melaporkan pembelanjaan yang sebenarnya, yaitu Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hanura, Partai Amanat Nasional (PAN), PDI-P, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara itu, tidak ada pula sanksi yang memadai atau tindak lanjut yang memadai dari penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Temuan indikasi manipulasi pencatatan laporan belanja seharusnya menjadi alasan yang sangat kuat bagi KPU dan Bawaslu untuk mendorong dibukanya hasil audit ke publik dan adanya tindak lanjut terhadap hasil audit," tutur Fahmi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau