Preview final liga champions

Waspadai Bola Mati dan Tendangan Jarak Jauh

Kompas.com - 27/05/2009, 01:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pertandingan final Liga Champions antara Manchester United dan Barcelona menjanjikan duel ketat. Bola mati dan tendangan jarak jauh bisa menjadi metode efektif mencetak gol.

Barisan belakang Barcelona memang mengalami perubahan siginifikan. Perubahan ini pun dinilai tidak lebih baik dari komposisi reguler.

Meski begitu, tidak berarti Park Ji-Sung atau Wayne Rooney bisa bebas mengacak-acak benteng Barcelona dari sayap. Soalnya, sebelum berpikir melakukan serangan, "Setan Merah" harus terlebih dulu mengatasi gempuran "Blaugrana".

Selama ini, dibanding MU, Barcelona memang kurang serius menggarap lini belakang. Kesetiaan kepada filosofi menyerang membuat mereka terikat pada teori bahwa menyerang adalah pertahanan terbaik.

Daya gempur Barcelona terbukti bisa membuat lawan terpaksa bertahan dan sementara menanggalkan keinginan menyerang. Lihat saja bagaimana mereka menggempur Chelsea di leg pertama babak semifinal. Nyaris tak ada kesempatan bagi "The Blues" menyelipkan ancaman serangan balik.

Dengan loyalitas pada semangat 4-3-3, Barcelona akan tetap bermain agresif meski barisan belakang mereka diisi pemain seadanya. Justru karena pertahanan mereka sedang bermasalah karena Eric Abidal dan Daniel Alves tak bisa main, Barcelona akan menyerang habis. Sebab, hanya dengan begitu mereka mengurangi ancaman dari MU. Bila berjalan sesuai rencana, Barcelona bisa menghalangi MU keluar dari lapangan permainan mereka sendiri.

Menghadapi ancaman itu, MU juga sudah bersiap meladeni permainan Barcelona di lini tengah. Dengan skema 4-5-1, MU bisa memainkan penguasaan bola dan mencari celah serangan balik cepat.

Menempatkan satu orang di depan, yang sepertinya akan diisi Cristiano Ronaldo, akan sulit juga menembus Toure atau Pique. Postur tinggi keduanya juga bisa diandalkan mematahkan permainan umpan silang dan bola atas MU. Namun, itu akan tetap dilakukan MU. Sebab, Barcelona agak lemah dalam mengantisipasi serangan dari sayap. Tanpa Abidal dan Alves akan memudahkan MU melancarkan umpan silang ke depan gawang Barca.

Dengan begitu, tawar-menawar kedua kubu bakal berlangsung alot. Kesulitan menciptakan peluang dari bola hidup membuat bola mati atau tendangan jarak jauh bisa menjadi pilihan. Kebetulan, kedua kubu memiliki pemain berkemampuan luar biasa di bidang ini.

Ronaldo dan Xavi Hernandez adalah sosok yang bisa diandalkan memecah kebuntuan dari bola mati atau tendangan jarak jauh. Ketatnya permainan di lapangan tengah bisa membuahkan banyak peluang bola mati. Kelincahan pemain menggocek bola merupakan pancingan yang bisa diharapkan memaksa lawan melakukan pelanggaran.

Gocekan Lionel Messi atau Ronaldo di sekitar kotak penalti juga tak boleh lepas dari pengamatan. Lengah sedikit, sebuah eksekusi jarak jauh bisa menghancurkan mimpi mengangkat trofi.

Dalam 15 menit pertama menjadi masa krusial mencetak gol. Mencetak gol lebih dulu memperbesar peluang menang.

Perkiraan susunan pemain:
Barcelona (4-3-3):
Valdes; Puyol, Toure, Pique, Sylvinho; Xavi, Busquets, Iniesta; Messi, Eto’o, Henry
MU (4-5-1): Van Der Sar; O’Shea, Vidic, Ferdinand, Evra; Giggs, Carrick, Anderson, Rooney, Park; Ronaldo

Data dan Fakta
Barcelona vs Manchester United

Stadion Olimpico Roma
Rabu, (27/5),  Pkl. 20:45

Bursa Taruhan:
Soccerstats: 1(2,65) X(3,2) 2(2,67)

Head to head:
24/4/2008 Barcelona 0-0 MU (Liga Champions)
30/4/2008 MU 1-0 Barcelona (Liga Champions)

Pertandingan terakhir:
Barcelona:
23/5 Barcelona 0-1 Osasuna (La Liga)
7/5 Real Mallorca 2-1 Barcelona (La Liga)
3/5 Athletic Bilbao 1-4 Barcelona (Copa del Rey)
10/5 Barcelona 3-3 Villarreal (La Liga)
06/5 Chelsea 1-1 Barcelona (Champions League)
Manchester United:
24/5 Hull City 0-1 Manchester United (Premier League)
16/5 Manchester United 0-0 Arsenal (Premier League)
13/5 Wigan Athletic 1-2 Manchester United (Premier League)
10/5 Manchester United 2-0 Manchester City (Premier League)
5/5 Arsenal 1-3 Manchester United (Champions League)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau