JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Tim Sukses Megawati-Prabowo, Permadi, kembali menangkis pernyataan yang mempertanyakan jumlah kekayaan Prabowo yang cukup spektakuler.
Kekayaan Prabowo ini mulai dijadikan materi serangan oleh kubu lawan yang menghubungkannya dengan ekonomi kerakyatan yang diusung pasangan Mega-Pro. Permadi, yang juga anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu, mengatakan, tak ada kaitan antara kekayaan Prabowo dan visinya membangun ekonomi kerakyatan.
"Presiden Amerika itu semuanya berasal dari keluarga orang kaya. Apa salah orang kaya memikirkan orang miskin? Sepertinya hanya orang Indonesia saja yang mempermasalahkannya," kata Permadi pada diskusi "Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres" di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (27/5).
Tak berhenti sampai di situ, dengan nada tinggi Permadi melanjutkan, "Kalau orang miskin jadi menteri atau presiden pasti akan korupsi. Mending punya presiden yang kaya tapi berpikir untuk orang miskin. Daripada punya presiden miskin yang berpikir untuk dirinya sendiri," kata mantan politisi PDI Perjuangan ini.
Pernyataan Permadi itu menjawab pertanyaan moderator mengenai kontroversi kekayaan Prabowo yang mencapai Rp 1,6 triliun. Harta Prabowo menjadi fenomenal setelah diketahui ia juga memiliki 98 ekor kuda yang bernilai miliaran rupiah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang