JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua mengaku telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pilpres tanpa melakukan pemutakhiran data menyeluruh. Ketua KPUD Papua Benny Sweny mengatakan 10 dari 27 kabupaten di Papua belum menyerahkan data pemutakhiran.
Benny mengatakan, berkas data yang diserahkan 17 kabupaten menunjukkan tidak ada perubahan yang berarti dari DPT Pemilu Legislatif lalu. Karena itu, pihaknya berani mengambil keputusan untuk daerah lain dengan pertimbangan tersebut dan waktu yang mendesak.
"Jumlahnya hampir sama. Jadi data 10 kabupaten disamakan dengan data pemilu legislatif," ujar Benny kepada para wartawan di sela-sela rapat pleno KPU di KPU, Jakarta, Minggu (31/5).
Menurut Benny, jumlah orang yang terdaftar di DPT yang diserahkan ke KPU bertambah 5,4 persen, dari 2.064.543 menjadi 2.183.145 orang. Ketua KPUD Papua tersebut juga mengutarakan kendala yang dihadapi tim pemutakhiran data, yakni jarak yang jauh antara satu desa ke desa lainnya, serta anggaran yang telat dan minim.
Setiap tenaga pemutakhiran data memeroleh honor Rp 200.000, dan dinilai tidak sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan. "Papua itu bukan Depok. Honornya setidaknya di atas UMR, sekitar Rp 1,5 juta," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang