Federer Bangkit, Lolos ke Perempat Final

Kompas.com - 01/06/2009, 21:28 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Roger Federer lolos dari kondisi kritis saat bertarung di babak 16 besar Perancis Terbuka, Senin (1/6). Sempat tertinggal 0-2, pemain nomor dua dunia tersebut bisa bangkit dan menyapu bersih tiga set selanjutnya untuk menaklukkan petenis Jerman, Tommy Haas, dengan skor 6-7(4/7) 5-7 6-4 6-0 6-2, sehingga maju ke babak perempat final.

Selanjutnya, pemain Swiss ini akan bertemu dengan pemenang duel antara petenis Amerika Serikat Andy Roddick vs petenis tuan rumah Gael Monfils. Mereka akan memperebutkan tiket menuju semifinal.

Memang, Federer sempat membuat para pendukungnya khawatir dalam laga yang menghabiskan waktu 3 jam 7 menit itu. Pasalnya, di dua set awal dia seperti kesulitan mengalahkan kegigihan Haas.

Tak heran jika setelah memastikan diri jadi pemenang, Federer berteriak histeris. Ini adalah ungkapan kegembiraannya setelah melewati pertandingan yang menengangkan tersebut.

Di set pertama, baik Haas maupun Federer tak pernah kehilangan poin saat memegang servis, sehingga pemenangnya ditentukan lewat tiebreak. Dalam kesempatan ini, Haas berhasil memanfaatkan kegagalan Federer ketika memegang servis sehingga dia yang menjadi pemenang.

Pada game kedua, Federer sempat memimpin ketika melakukan break di game ketiga untuk memimpin 2-1. Setelah itu, petenis berusia 27 tahun tersebut mampu mempertahankan keunggulan sampai kedudukan 4-3. Tetapi ketika memegang servis, peraih 13 gelar grand slam ini gagal menambah angka karena Haas bisa melakukan break untuk menyamakan skor menjadi 4-4, dan hal serupa dilakukannya lagi pada game 12 untuk menang 7-5.

Unggul 2-0, Haas tampaknya semakin percaya diri bisa menyisihkan Federer karena dia hanya butuh satu set kemenangan lagi untuk menatap babak delapan besar. Asa petenis yang tidak diunggulkan tersebut kian mendekati kenyataan ketika sempat unggul 4-3.

Sayang, dia gagal memanfaatkan peluang untuk menambah keunggulan ketika memegang servis, karena Federer justru yang menuai angka untuk menyamakan kedudukan. Inilah titik balik penampilan mantan pemain nomor satu dunia tersebut, karena dia menyapu bersih semua game tersisa dan berlanjut ke set keempat.

Pada set kelima yang menjadi penentu, Federer tetap menunjukkan penampilan impresif dan hanya memberikan Haas dua poin setelah melakukan break di game lima dan tujuh. Alhasil, peraih trofi Madrid Terbuka sepekan sebelum dimulainya Perancis Terbuka ini menang 6-2.

"Tommy bermain sangat bagus, sehingga saya sangat kesulitan meladeninya," ungkap Federer yang sedang mengincar gelar pertama di Roland Garros.

"Tetapi ketika forehand-ku memastikan saya melakukan break saat kedudukan 3-4 di set ketiga, saya merasa bahwa ini adalah titik balik pertandingan. Setelah itu, atmosfirnya berubah dan sangat bagus," tambah finalis turnamen ini pada tiga tahun terakhir.

Pada Perancis Terbuka kali ini, dua pemain yang berpotensi mengalahkan Federer sudah lebih dulu tersingkir. Mereka adalah sang juara bertahan Rafael Nadal yang sudah empat kali berturut-turut menjadi juara, serta unggulan keempat asal Serbia, Novak Djokovic.

Dengan demikian, peluang Federer untuk mengakhiri penantiannya menjadi juara di Roland Garros semakin besar.

Ya, Federer memang sangat berambisi menjadi juara di grand slam ini. Pasalnya, dari 13 gelar yang sudah direngkuh, belum sekali pun diraihnya di Roland Garros. Nah, jika keinginannya ini terwujud, maka kegembiraannya pasti berlipat ganda karena selain bisa menjadi juara Perancis Terbuka, dia juga akan menyamakan prestasi petenis legendaris Amerika Serikat Pete Sampras, yang 14 kali juara grand slam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau