Kwik: Boediono Tidak "Humble" Lagi

Kompas.com - 04/06/2009, 14:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat pendeklarasian dirinya di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 15 Mei, Boediono menyatakan, Indonesia masih dijajah oleh kekuatan dari luar dan dari dalam.

Menurut Kwik Kian Gie, pengamat ekonomi, pernyataan tersebut penuh tanda tanya, Boediono harus menerangkan apa yang ia maksud.

"Siapa penjajah itu? Kekuatan itu menjajah sendiri-sendiri atau bersama-sama. Kalau dia (Boediono) mengeluarkan pernyataan itu, tentu dapat mengenalinya dengan akurat karena ia cukup lama duduk dipuncak kekuasaan," kata dia dalam diskusi "JK-Win Indonesia Adil Sejahtera, Ekonomi Prorakyat vs Ekonomi Proasing" di Jakarta, Kamis (4/6).

Menko Ekuin zaman Mega ini juga mengkritik tindakan Boediono yang juga menyamakan dirinya dengan Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno menggugat penjajahan Hindia Belanda karena rasa marah, sedangkan Boediono menyatakan, Indonesia masih dijajah dengan tujuan masyarakat memilihnya.

Kwik juga memaparkan, Boediono pernah menyatakan kepadanya merasa enggan untuk kembali ke pemerintahan, tetapi Boediono menjilat ludahnya sendiri dengan menerima pinangan SBY. "Dia menyatakan, ada arus besar yang memintanya maju sehingga ia tidak dapat menolak. Arus sebesar apa yang memintanya sehingga ia tidak bisa menolak?" tuturnya.

Kwik menerangkan, saat ini Boediono bukanlah orang yang humble lagi. Pasalnya, setelah deklarasi dan musim kampanye dimulai, Boediono telah keliling Indonesia dan menunjukan kehebatannya kepada seluruh rakyat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau