Kampanye SBY-Boediono Dinilai Mirip Gaya Obama

Kompas.com - 05/06/2009, 19:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Konsep pendeklarasian pasangan calon presiden-calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, pertengahan bulan lalu, disebut-sebut mirip dengan pendeklarasian capres-cawapres AS, Barack Obama-Joe Biden di Illinois pada bulan Agustus 2008.

Hal yang sama terjadi pada kampanye perdana SBY dalam bentuk pidato politik, Kamis (4/6) lalu di PRJ, Kemayoran, Jakarta. Pantauan Kompas.com, tidak hanya penataan tempat saja yang sama, bahkan juga konsep acara dan desain poster dan spanduk yang dibentangkan.

Ketua DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan, pihaknya memang menyelenggarakan kampanye modern dan berstandar internasional. Menurutnya, model kampanye yang dilaksanakan di AS, dan juga di Eropa dan Afrika, merupakan bentuk yang sederhana, modern, tertutup, dan terbatas. "Sudah tidak zaman lagi kampanye model arak-arakan dan rapat akbar, serta menyampaikan pesan-pesan retorika di tengah lautan massa," ujarnya, Jumat (5/6) di Bravo Media Center, Jakarta.

Andi menambahkan, konsep kampanye ini akan diterapkan pada kampanye SBY-Boediono di daerah-daerah. "Kami menggunakan ruang-ruang pertemuan atau lapangan bulu tangkis," ujarnya. Rapat akbar, ia melanjutkan, hanya diselenggarakan satu kali, yakni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada tanggal 4 Juli mendatang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau