JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah saling lempar isu-isu nonsubstansif antara tiga pasang peserta Pemilu Presiden 2009, seperti kuda dan atribut agama, kini mereka mulai "membedah" program-program kerja mereka. Hari ini, Senin (8/6) di Bravo Media Center, Jakarta, kubu pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono membantah isu yang dilontarkan Mega-Prabowo.
Rizal Mallarangeng, M Chatib Basri dan Raden Pardede, merespon pernyataan cawapres Prabowo yang mengatakan bahwa utang per kepala rakyat Indonesia mencapai Rp 7 juta per tahun 2008, atau meningkat Rp 2 juta dari tahun 2004. Juru Bicara Tim Nasional Kampanye SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, mengatakan, penyataan Prabowo tidak mengungkapkan fakta menyeluruh.
Menurutnya, kendati utang per kepala meningkat, kata Rizal, pendapatan per kepala rakyat Indonesia melonjak dari Rp 10 juta di tahun 2004 menjadi Rp 21 juta pada tahun 2008. "Dengan demikian, prestasi pengelolaan utang pemerintah lebih baik," ujar Rizal.
Namun sayangnya, timnas tidak memiliki data tentang daya beli masyarakat yang semakin kedodoran terhadap sejumlah kebutuhan pokok, seperti BBM, dan lainnya. Tim sukses SBY-Boediono pun kembali meluruskan pernyataan Prabowo yang menyebutkan bahwa Indonesia didominasi asing dengan mengutip World Development Report (WDR) 2007.
"Berdasarkan WDR, foreign direct investment yang mengalir ke Indonesia hanya 1,6 persen dari PDP. Bagaimana mereka bisa berteriak-teriak mengatakan Indonesia didominasi asing." ujarnya.
Sementara itu, rasio FDI sejumlah negara tetangga lebih tinggi, seperti Vietnam, 9,7 persen, Malaysia, 4,5 persen, China, 4,3 persen, Thailand, 3,9 persen, dan Brasil, 2,3 persen. Demikian pula rasio impor Indonesia dibandingkan sejumlah negara tetangga. Rasio Indonesia, kata timnas, bertengger di angka 29 persen terhadap PDB 2008. Hal ini lebih tinggi dari Filipina, 35 persen, Thailand, 74 persen, dan Malaysia, 80 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang