SBY-Boediono Bantah Tudingan Mega-Pro

Kompas.com - 08/06/2009, 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah saling lempar isu-isu nonsubstansif antara tiga pasang peserta Pemilu Presiden 2009, seperti kuda dan atribut agama, kini mereka mulai "membedah" program-program kerja mereka. Hari ini, Senin (8/6) di Bravo Media Center, Jakarta, kubu pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono membantah isu yang dilontarkan Mega-Prabowo.

Rizal Mallarangeng, M Chatib Basri dan Raden Pardede, merespon pernyataan cawapres Prabowo yang mengatakan bahwa utang per kepala rakyat Indonesia mencapai Rp 7 juta per tahun 2008, atau meningkat Rp 2 juta dari tahun 2004. Juru Bicara Tim Nasional Kampanye SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, mengatakan, penyataan Prabowo tidak mengungkapkan fakta menyeluruh.

Menurutnya, kendati utang per kepala meningkat, kata Rizal, pendapatan per kepala rakyat Indonesia melonjak dari Rp 10 juta di tahun 2004 menjadi Rp 21 juta pada tahun 2008. "Dengan demikian, prestasi pengelolaan utang pemerintah lebih baik," ujar Rizal.

Namun sayangnya, timnas tidak memiliki data tentang daya beli masyarakat yang semakin kedodoran terhadap sejumlah kebutuhan pokok, seperti BBM, dan lainnya. Tim sukses SBY-Boediono pun kembali meluruskan pernyataan Prabowo yang menyebutkan bahwa Indonesia didominasi asing dengan mengutip World Development Report (WDR) 2007.

"Berdasarkan WDR, foreign direct investment yang mengalir ke Indonesia hanya 1,6 persen dari PDP. Bagaimana mereka bisa berteriak-teriak mengatakan Indonesia didominasi asing." ujarnya.

Sementara itu, rasio FDI sejumlah negara tetangga lebih tinggi, seperti Vietnam, 9,7 persen, Malaysia, 4,5 persen, China, 4,3 persen, Thailand, 3,9 persen, dan Brasil, 2,3 persen. Demikian pula rasio impor Indonesia dibandingkan sejumlah negara tetangga. Rasio Indonesia, kata timnas, bertengger di angka 29 persen terhadap PDB 2008. Hal ini lebih tinggi dari Filipina, 35 persen, Thailand, 74 persen, dan Malaysia, 80 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau