Italia Nyaris Dipermalukan Selandia Baru

Kompas.com - 11/06/2009, 05:14 WIB

ROMA, KOMPAS.com — Italia nyaris dipermalukan Selandia Baru dalam pertandingan persahabatan, Rabu atau Kamis (11/6). Sempat tiga kali tertinggal, Italia akhirnya harus susah-payah memenangkan pertandingan dengan skor 4-3.

Penyerang Italia, Alberto Gilardino dan Vincenzo Iaquinta, masing-masing mencetak dua gol untuk menyelamatkan wajah "Gli Azzurri". Ini pertandingan pemanasan menuju Piala Konfederasi, 14-28 Juni nanti. Kedua tim tampil di turnamen tersebut. Meski terhindar dari malu, Italia dipastikan harus membenahi banyak hal sebelum menghadapi Piala Konfederasi.

Pada pertandingan itu, Italia tertinggal lebih dulu setelah penyerang Shane Smeltz mengoyak jala Marco Amelia di menit ke-14. Setelah bersusah-payah, Alberto Gilardino akhirnya mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-33.

Belum lagi menguasai keadaan, Italia kembali dipaksa tertinggal untuk kedua kalinya akibat tembakan penyerang Christopher Killen pada menit ke-42. Lagi-lagi, Gilardino mampu menjauhkan ancaman kalah dengan mencetak gol kedua sekaligus penyama kedudukan pada menit ke-48.

Dua kali tertinggal tak membuat Italia belajar. Pada menit ke-57, jala "Gli Azzurri" bergetar untuk ketiga kalinya. Kali ini, Amelia ditaklukkan oleh tendangan penalti Killen.

Meski tiga kali tertinggal lebih dulu, Italia masih dipeluk Dewi Fortuna. Pada menit ke-68, Italia menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui Iaquinta. Iaquinta jugalah yang memastikan kemenangan 4-3 bagi Italia setelah tembakannya di menit ke-73 gagal dihalau kiper Glen Moss. Meski selamat dari aib kekalahan, tiga gol yang bersarang di gawang Italia menunjukkan lemahnya lini pertahanan mereka.

Pelatih Italia Marcello Lippi mengakui masih ada beberapa hal yang harus dibenahi pasukan mudanya. Menurutnya, hasil 4-3 tidak terlalu buruk untuk masa pramusim ini.

"Kami membuat kesalahan dan membayar untuk itu. Tetapi, kemudian kami mengubahnya pada akhir (pertandingan)," papar Lippi.

"Ada hal baik dan buruk, itu normal. Kesalahan selalu mengkhawatirkan, tentunya, tetapi tadi adalah sesi latihan yang bagus," ujarnya.

Menambahkan pendapat Ancelotti, penyerang Fabio Quagliarella menilai, Selandia Baru bisa merepotkan Italia karena mereka bermain dengan motivasi menumbangkan raksasa. Selain itu, Italia masih bereksperimen dengan skema 4-2-3-1.

"Ini adalah sistem baru dan pelatih mengatakan bahwa kami bisa mencobanya, karena Anda tak pernah bisa mengatakan apakah kami membutuhkannya (tatik itu) lagi. Itulah tujuan pertandingan persahabatan," ujar Quagliarella.

"Mari jangan lupakan bahwa kami adalah Italia. Jadi, setiap orang yang menghadapi kami ingin memberikan yang terbaik dan mendapatkan gengsi dari (usaha) merepotkan juara Piala Dunia," lanjutnya.

Duel persahabatan ini merupakan bagian persiapan Italia menghadapi Piala Konfederasi di Afrika Selatan, 14-28 Juni mendatang. Pada turnamen itu, Italia berada di Grup B bersama dengan Amerika Serikat, Brasil, dan Mesir. Sedangkan Selandia Baru berada di Grup A. (CH4)

Hasil Pertandingan Persahabatan, Rabu (10/6):

Belarusia 2-2 Moldova
Albania 1-1 Georgia
Estonia 0-0 Portugal
Italia 4-3 Selandia Baru

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau