Siti Hajar Menangis Haru Ditelepon Presiden

Kompas.com - 11/06/2009, 16:02 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Siti Hajar, pembantu rumah tangga korban penyiksaan oleh majikannya, Hau Yuan Tyng, menangis haru ketika berbicara langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui telepon seluler milik Dubes Da’i Bachtiar di Rumah Sakit Universitas Malaya, Kamis (11/6).

"Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak Presiden menelepon saya langsung. Saya merasa senang karena begitu banyak pejabat pemerintah yang menemui saya di rumah sakit," kata Siti Hajar, sambil terisak-isak.

Siti Hajar berbicara dengan Presiden Yudhoyono disaksikan Dubes RI Da’i Bachtiar dan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat di rumah sakit.

Seusai memberikan keterangan pers, Kepala BNP2TKI dan Dubes RI langsung ke rumah sakit dengan rombongan wartawan karena Presiden Yudhoyono ingin bicara langsung dengan Siti Hajar. Sebelumnya di ujung acara jumpa pers yang digelar di Kantor KBRI Kuala Lumpur, Presiden menghubungi langsung Dubes Da’i Bachtiar, dan tak lama kemudian menghubungi Jumhur Hidayat.

Seusai jumpa pers itu, semua wartawan diminta ikut dengan Dubes dan Kepala BNP2TKI berangkat ke Rumah Sakit Universitas Malaya karena Presiden Yudhoyono akan berbicara langsung dengan Siti Hajar. Kepedulian Presiden Yudhoyono terhadap PRT yang menerima siksaan majikan di luar negeri ditunjukkan juga ketika tahun lalu menemui Nirmala Bonat di sela-sela kunjungannya ke Kuala Lumpur.

Siti Hajar mengalami luka parah akibat siksaan majikannya. Selain disiksa, pembantu asal Garut itu juga tidak menerima gaji selama 34 bulan. Namun, kemarin, salah seorang keluarga majikannya datang ke KBRI di Kuala Lumpur memberikan gajinya selama 34 bulan sebesar 17.000 ringgit. Walau gaji sudah dibayar, KBRI tetap akan membawa kasus ini ke pengadilan, bahkan telah menunjuk seorang pengacara Malaysia untuk mengawasi dan mengikuti proses hukumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau