BANYUMAS, KOMPAS.com - Mulai redanya letusan Gunung Slamet membuat kegiatan kepariwisataan di kawasan Baturraden mulai kembali normal. Pengunjung tak lagi terlalu mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya letusan di gunung tersebut.
Jumlah pengunjung yang sempat menurun 30 persen saat pemberitaan letusan Gunung Slamet gencar, kini kembali seperti semula. Pedagang-pedagang yang menjajakan dagangannya di sekitar kawasan wanawisata kembali mendapatkan rezeki seperti sebelum Gunung Slamet meletus.
"Sudah seminggu ini lumayan lagi jualannya. Gerbang wanawisata sudah banyak orang yang datang. Mungkin karena pemberitaan di televisi dan koran sudah tak seperti dulu, jadi orang sudah tak khawatir lagi datang ke Baturraden," ungkap Agus Sunarto (33), pedagang cinderamata di kompleks Wanawisata Baturraden, Kamis (11/6).
Pada saat Gunung Slamet gencar diberitakan meletus, omzet penjualan cinderamata Agus turun sampai 60 persen. Pasalnya, orang-orang dari lua r daerah yang kerap memadati wanawisata berkurang. Padahal, wisatawan dari luar daerah semacam ini yang banyak membelanjakan uangnya untuk membeli cinderamata.
Kalau wisatawan dekat-dekat sini, paling Cuma lihat-lihat tempat wisata dan jarang belanja. Beda dengan wisatawan dari luar daerah. "Tapi sekarang mereka banyak yang mulai datang lagi," tutur Agus.
Bagi warga Baturraden dan Banyumas, letusan Gunung Slamet sejak akhir April lalu bukan sesuatu yang luar biasa. Kepulan asap tebal dan semburan lava dari kawah Slamet selalu terjadi setiap tahun di bulan-bulan tertentu.
Namun, lanjut Agus, hal itu menjadi sesuatu yang menakutkan bagi warga luar daerah. Apalagi, pemberitaan di media seolah menggambarkan letusan Gunung Slamet snagat mengancam daerah di sekitarnya.
Ketua Paguyuban Pramuwisata Baturraden, Tekad Santoso, mengatakan, secara umum kunjungan wisatawan dalam negeri sudah kembali pulih. Sebelumnya, banyak instansi yang hendak mengadakan acara di Baturraden membatalkan agendanya karena khawatir. N amun, sejak dua minggu terakhir aktivitas instansi, seperti rapat dan outbound, kembali seperti biasa.
Untuk wisatawan asing, malah tak pernah terpengaruh. Karena mereka justru tertarik dan penasaran ingin melihat dari dekat fenomena letusan Gunung Slamet. "Rata-rata jumlah wisatawan asing ke Baturraden memang tak banyak, kurang dari 1.000 orang, tapi stabil. Umumnya mereka dari Belanda," tandas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang