SLEMAN, KOMPAS.com - Kelulusan siswa SMA/SMK/M A di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, diumumkan serentak di semua sekolah, Sabtu (13/6). Tingkat kelulusan tahun ini mencapai 95,86 persen atau jauh di atas target yang ditetapkan Dinas Pendidikan, yakni 91 persen.
Data dari Dinas Pendidikan Sleman, dari total 8.681 siswa SMA, SMK, dan MA yang mengikuti ujian, hanya 368 orang yang dinyatakan tidak lulus atau 4,14 persen. Jumlah ini lebih baik dari tahun lalu yang mencatatkan siswa tidak lulus sebanyak 10,8 persen.
Peningkatan kelulusan paling pesat terjad i pada jenjang SMK yang pada 2008 lalu hanya 85,11 persen menjadi 97,17 persen pada tahun ini. Adapun kelulusan pada tingkat SMA mencapai 97,18 persen, atau meningkat dari 2008 yang mencatatkan kelulusan 94,33 persen.
Untuk nilai rata-rata mata pelajaran yang diujikan, tingkat SMA mencatatkan 7,55 untuk jurusan IPA, 7,18 untuk IPS, dan 6,05 untuk jurusan Bahasa. Sedangkan untuk tingkat SMK dan MA masing-masing memperoleh nilai rata-rata 7,64 dan 7,84.
Koordinator Pelaksanaan Ujian Nasional Dinas Pendidikan Sleman Suwarti mengatakan peningkatan kelulusan merupakan buah persiapan siswa yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Salah satunya adalah digelarnya uji coba UN sebanyak empat kali di tiap sekolah.
Selanjutnya, Suwarti mengatakan masih akan mengumpulkan dan mengolah data kelulusan dari masing-masing sekolah hingga tanggal 20 Juni nanti. "Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan untuk bahan perbaikan tahun depan," katanya.
Sementara itu, pengumuman kelulusan di sekolah-sekola h disambut para siswa dengan tradisi corat-coret dan konvoi kendaraan bermotor di beberapa ruas jalan di Sleman. Bahkan, beberapa menjurus ke aksi vandalisme karena mencorat-coret aspal jalan raya di muka sekolah. Meski demikian, polisi dan satpam sekolah yang berjaga tidak berbuat banyak dan hanya mendiamkan saja.
Arin (16), salah satu siswi SMA 1 Sleman mengaku senang menerima berita kelulusan itu dan merayakannya dengan seluruh teman. "Corat-coret baju untuk kenang-kenangan saja. Kan cuma sekali seumur hidup," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang