Segera Dibangun, Jalan Tol Bawen-Yogyakarta

Kompas.com - 15/06/2009, 23:13 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta ditargetkan akan segera dibangun setelah proyek Jalan Tol Semarang-Solo selesai dibangun pada tahun 2013 mendatang.
    
"Targetnya, proyek Tol Bawen-Yogyakarta bisa dimulai setelah tahun 2013, bersamaan selesainya pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo," kata anggota Komisi D DPRD Jateng Sasmita pada saat ekspose DPRD Jateng di Gedung Berlian, di Semarang, Senin (15/6).
    
Ia mengatakan, proyek tol Bawen-Yogyakarta merupakan program nasional.  "Proyek ini juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan arah Yogyakarta yang memang setiap tahunnya mengalami kepadatan yang cukup tinggi," ujarnya.
    
Rencananya, kata dia, pendanannya akan dilakukan seperti halnya konsep pemodalan pembangunan Tol Semarang-Solo, yakni, Pemprov Jateng turut berpartisipasi dengan menanamkan sahamnya (sharing) pada pembangunan tol tersebut. "Perkiraan anggaran masih dalam kalkulasi sejumlah pihak. Bisa saja, anggarannya akan berubah-ubah seperti halnya rencana pembangunan proyek tol Semarang-Solo, yang dipengaruhi pula oleh tingkat inflasi," ujarnya.
    
Sasmita berharap, pembangunan tol Bawen-Yogyakarta dapat mengangkat taraf perekonomian di Jateng, terutama dari sektor pariwisata.  "Paling tidak, setiap kilometer tertentu dapat dibuatkan sentra wisata, sehingga tidak lari ke daerah lain yang memang memiliki objek wisata yang lebih banyak," ujarnya.
    
Ia mengakui, jumlah objek wisata yang dimiliki Pemrov Jateng dibandingkan dengan Yogyakarta memang masih kalah. "Namun, bukan berarti, Pemrov Jateng menyerah begitu saja, karena objek wisata dapat diciptakan dengan memilih lokasi yang tepat di sepanjang jalan tol nantinya," ujarnya.
    
Sasmita mencontohkan, Provinsi Bali dapat menjadi tujuan pariwisata karena setiap tempat memiliki titik tujuan wisata.  "Dengan adanya kemudahan akses jalan dengan dibangunnya tol tersebut, diharapkan dapat memancing pertumbuhan pariwisata di Jateng," ujarnya.
    
Terkait dengan proyek tol Semarang-Solo, Sasmita berharap agar pembangunan proyek tersebut dapat selesai tepat waktu.  Pasalnya, lanjut dia, biaya pembangunan jalan tersebut sudah membengkak dari angka Rp 4,8 triliun menjadi Rp 6,8 triliun.  "Apalagi kalau targetnya tahun 2013 diperkirakan membengkak lagi," ungkapnya.
    
Dia menambahkan, hingga saat ini, investasi pemprov pada pembangunan tol Semarang-Solo sudah cukup besar, yakni sekitar Rp 150 miliar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau