Oalah, Pengumuman UN di Kaltim sampai Tiga Kali Tertunda!

Kompas.com - 16/06/2009, 15:46 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com — Sebanyak 70 siswa SLTA di Kalimantan Timur belum mendapat nilai untuk salah satu mata pelajaran ujian nasional (UN). Akibatnya, pengumuman tingkat kelulusan bagi 34.447 siswa SLTA ditunda sampai Jumat (19/6).

"Kami perlu meminta klarifikasi kepada Departemen Pendidikan Nasional mengapa nilai 17 siswa SMA dan 53 siswa SMK itu kosong," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Syafruddin Pernyata di Kota Samarinda, Selasa (16/6).

Syafruddin menambahkan, bila hasil tetap diumumkan, maka ketiadaan nilai itu membuat 70 siswa tersebut tidak lulus. Menurutnya, dapat dipastikan bahwa para siswa tadi tidak ada yang absen selama UN.

Namun, lanjut Syafruddin, belum diketahui penyebab kekosongan nilai para siswa itu. "Bisa jadi ada kesalahan dalam pemindaian atau keterlambatan, untuk itu kami mengeceknya ke departemen," katanya.

Pengumuman hasil UN, menurut Syafruddin, awalnya direncanakan pada Jumat (12/6). Namun, hal itu urung dilaksanakan karena hasil UN baru diterima pada malam harinya sehingga ditunda pengumuman sampai Senin (15/6). Namun, karena hasil UN menyisakan masalah, pengumuman kembali ditunda.

UN tahun 2008/2009 di Kaltim ini, lanjut Syafruddin, diikuti oleh 34.447 siswa SLTA. Jumlah itu terdiri dari 20.097 siswa SMA, 11.958 siswa SMK, dan 2.392 siswa MA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau