Aprindo: Pemprov DKI Tak Dukung Jakarta Great Sale

Kompas.com - 17/06/2009, 18:29 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak serius dalam mendukung penyelenggaraan Jakarta Great Sale 2009 yang akan dilaksanakan 18 Juli sampai 18 Agustus 2009.

"Omong kosong kalau pemerintah mendukung Jakarta Great Sale," kata Ketua Harian Aprindo, Tutum Rahanta, di Singapura, Rabu (17/6).

Jika Pemprov peduli dengan Jakarta Great Sale, kata Tutum, sudah seharusnya Pemprov memberi insentif kepada asosiasi dan pedagang agar mau terlibat dalam bulan diskon belanja tersebut. Namun pada kenyataannya, tidak ada insentif seperti pengurangan dan peniadaan pajak dari pemerintah. "Pemerintah itu ingin hajatan (Jakarta Great Sale), tapi tidak mau mengeluarkan duit, malah kami tetap ditarik pajak," lanjutnya.

Dia mencontohkan Singapura Great Sale. Di Singapura, kata dia, pemerintah membantu pusat perbelanjaan dengan mempromosikan dan membebaskan pajak untuk promosi tersebut.

Pemprov DKI Jakarta menggelar Jakarta Great Sale bulan sebagai untuk menarik wisatawan nusantara dan mancanegara. Pemprov tahun ini menargetkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 1,6 juta orang. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2008 jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jakarta tercatat 1,53 juta atau melampai target yang hanya 1,3 juta orang. Jumlah wisatawan nusantara tahun lalu juga melampau target. Total wisnus sebanyak 15,74 juta orang, sementara targetnya hanya 15 juta orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau