JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak pensiunan pegawai negeri sipil yang terhimpun dalam wadah Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) untuk tak menyia-nyiakan suara pada Pemilu Presiden 2009. Menurutnya, pemberian suara pada pilpres mendorong kehidupan reformasi Indonesia semakin baik.
"Jangan ikut-ikutan, jangan tergoda menjadi golput," ujar Presiden Yudhoyono saat menerima pengurus PB PWRI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/6). Presiden Yudhoyono menjelaskan, penggunaan hak pilih merupakan pilihan rakyat untuk memantapkan kehidupan demokrasi.
Menurut Kepala Negara, masyarakat memiliki kemerdekaan politik untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden. "Bapak, Ibu memiliki kemerdekaan memilih SBY, atau Ibu Megawati atau Pak Jusuf Kalla," jelas SBY.
Ajakan Presiden Yudhoyono pun ditanggapi dengan teriakan "Lanjutkan" dari peserta PWRI. Kontan, SBY pun langsung tersenyum lebar.
"Saya mengerti kata lanjutkan itu. Itu teriakan untuk lanjutkan naik gajinya, dan bantuannya," papar SBY yang disambut tawa peserta. Presiden Yudhoyono menambahkan, kenaikan gaji dan bantuan terhadap masyarakat kecil merupakan tekad pemimpin di Indonesia.
"Tapi saya itu tidak mau oke-oke, kalau setiap hari bilang oke-oke tekor, dan defisit kita," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang