GRESIK, KOMPAS.com - Sebanyak 450 boks yang masing-masing berisi 2000 surat suara pemilihan presiden telah diterima Komisi Pemilihan Umum Gresik pada Kamis (18/6) pekan lalu. Sebagian di antaranya semula diperkirakan tidak dapat dipakai karena basah namun setelah dicek tetap dapat dipakai.
Jumlah yang diperkirakan basah 17 boks atau 34.000 surat suara dari 900.000 surat suara. Setelah dicek ternyata yang basah hanya kardusnya saja, sedang surat suara tidak rusak karena dilapisi plastik.
Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gresik Abdul Basith Minggu (21/6) menyatakan Senin akan dimulai penyortiran dan pelipatan surat suara. Selain surat suara KPU Gresik telah menerima poster dan leaflet sosialisasi ajakan kepada masyarakat agar meng gunakan hak pilihnya dan 2.000 gambar pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk dipasang di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Di Gresik tercatat 876.502 orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap, dengan 1.948 TPS.
"Kami telah menerima 3.848 botol tinta. Kami juga masih menunggu logistik yang belum kami terima seperti segel stiker untuk menandai kotak suara pilpres, spidol penandaan untuk contreng, dan form model c," kata Basith.
Sementara itu KPU Bojonegoro baru menerima surat suara pilpres sebanyak 1.031.000 lembar pada Minggu (21/6) pagi. Sebelumnya KPU Bojonegoro telah menerima 5.200 botol tinta dan gambar pasangan capres cawapres untuk dipasang di 2.590 TPS serta 420 lembar poster sosialisasi.
"Kami akan mematangkan dalam rapat pleno untuk membahas penyortiran dan pelipatan surat suara," kata Ketua KPU Bojonegoro Mundzar Fahman.
Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bojonegoro untuk Pilpres 8 Juli mendatang sebanyak 1.007.733 orang. Namun jumlah TPS berkurang dari sebelumnya 2.623 kini menjadi 2.590. Jumlah TPS lebih sedikit setelah ada aturan baru kini satu TPS bisa digunakan maksimal untuk 800 pemilih, sedangkan pada pemilihan legisatif 9 April lalu maksimal untuk 500 pemilih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang