Nutrisi untuk Mata Tak Cuma Wortel

Kompas.com - 24/06/2009, 10:39 WIB

KOMPAS.com - Hampir setiap hari kita "memperkosa" mata kita untuk menatap berbagai obyek besar maupun kecil di komputer, televisi, dan tentunya ponsel. Sadarkah Anda bahwa kebiasaan ini mengakibatkan kelelahan mata dan meningkatkan masalah mata yang berhubungan dengan usia. Misalnya, umur baru 30 tahun lebih, tetapi Anda sudah mulai kesulitan melihat obyek dekat.

Pandangan mata yang mulai menurun memang tidak dapat dihindarkan. Namun menurut Dr. Maoshing Ni, ahli kesehatan untuk kolom kesehatan di Yahoo!, Anda bisa melindungi kesehatan mata Anda dengan mengonsumsi bahan-bahan makan di bawah ini. 

1. Jus seledri, peppermint, dan peterseli China
Obat-obatan tradisional China yang digunakan untuk menjernihkan penglihatan adalah jus yang dibuat dari daun seledri, daun peppermint, dan daun peterseli China. Menurut penelitian, luteolin, antioksidan yang ditemukan dalam ketiga bahan ini, diketahui menyediakan perlindungan terbaik terhadap sel DNA dari radiasi. Beberapa bukti menunjukkan bahwa luteolin membantu melindungi mata dari kerusakan akibat radiasi UV, dan glycation, suatu proses dimana molekul gula yang lengket mengikat protein yang potensial merusak retina. Luteolin juga mendorong kadar gula darah yang sehat dan mengatur sensitivitas insulin. Campurkan  seledri, peppermint, dan peterseli China ke dalam blender atau juicer dengan sedikit air. Minum jus segar ini setiap hari untuk menjernihkan pandangan Anda.

2. Brokoli, labu, jagung, alpukat
Ada banyak jenis bahan makanan yang menyehatkan mata. Bayam, yang penuh kandungan lutein dan zeaxanthin, antioksidan yang melindungi retina dari degenerasi macular yang datang dengan bertambahnya usia. Jangan lupa: lemak meningkatkan penyerapan lutein, jadi tumislah bayam menggunakan sedikit minyak zaitun. Sumber lutein dan zeaxanthin lainnya antara lain kale, turnip hijau, sawi, kacang polong, brokoli, labu, dan jagung. Wortel, yang kaya vitamin A dan beta karoten, juga sangat membantu. Bilberry, sejenis blueberry, mendorong aliran darah ke saraf mata, dan juga kaya antioksidan. Wolfberry, atau yang biasa disebut goji berry, digunakan untuk menguatkan pandangan mata. Anda bisa mengudap goji berry di sela-sela waktu makan.

Bila Anda sulit menemukan bahan-bahan makanan ini, makanlah alpukat. Para peneliti dari University of Ohio, seperti dikutip majalah Prevention, mengatakan, 43 gram alpukat dapat meningkatkan kemampuan tubuh menyerap alfa-karoten hingga 8,3 kali lipat. Plus, penyerapan beta-karoten menjadi 13,6 kali lebih banyak, dan lutein menjadi 4,3 kali lebih banyak. Lemak baik dalam alpukat bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat karotenoid itu. Sebaiknya, Anda mengonsumsi 43 gram alpukat saja, agar terhindar dari kelebihan kalori. Jika memungkinkan, pilihlah alpukat mentega, karena mengandung lebih banyak lemak tak jenuh tunggal.

3. Banyak minum
Banyak minum penting untuk fungsi penglihatan yang baik. Minum 8 gelas air putih setiap hari, seperti biasanya. Mengonsumsi air dengan perlahan namun rutin memberikan persediaan air secara konstan untuk melembabkan dan memberi gizi pada mata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau