Media China Soroti Flu H1N1 di Indonesia

Kompas.com - 25/06/2009, 01:00 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Media China, Kantor Berita Xinhua, menyoroti kasus pertama terjadinya  influenza A-H1N1 atau flu babi yang menimpa dua orang di Indonesia.
   
"Indonesia konfirmasi kasus pertama dua orang positif influenza A-H1N1," demikian Xinhua melaporkan melalui lamannya di Beijing, Rabu (24/6).
   
Dalam laporannya, Xinhua menyebutkan bahwa Menkes Siti Fadilah Supari mengkonfirmasi seorang pria Indonesia berusia 37 tahun berprofesi pilot dan seorang wanita Inggris berusia 22 tahun dinyatakan positif menderita influenza A-H1N1.
   
Kasus itu merupakan yang pertama kali dilaporkan adanya kasus A/H1N1 di Indonesia. Menkes mengatakan bahwa kedua pasien itu tertular setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.   
   
Dari Jakarta dilaporkan bahwa kedua korban infeksi virus influenza A (H1N1) tersebut yakni seorang pilot berinisial WA (37) asal Jakarta dan seorang warga negara Inggris berinisial BM (22) yang tinggal di Australia dan sedang berada di Bali.
   
WA pada 14 Juni berkunjung ke Australia dan pada 18 Januari ke Hongkong. Tanggal 19 Juni dia mengalami demam lalu memeriksakan diri ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan hingga kini masih dirawat di sana.
   
Sementara BM pada 19 Juni berkunjung ke Bali dan tanggal 20 Juni berobat ke Rumah Sakit Sanglah (Denpasar) dengan membawa kartu waspada kesehatan (Health Allert Card).
   
Xinhua melaporkan pula pemerintah China melaporkan bahwa di China daratan ditemukan 49 kasus flu babi itu, sehingga total kasus di negara itu sampai kini sudah mencapai 490 orang.
   
Sebanyak 19 kasus baru ditemukan di provinsi Guangdong. Sebelumnya tujuh korban dikonfirmasi kena flu itu di Shanghai, enam orang di Beijing.
   
Di provinsi Fujian dan Liaoning masing-masing dilaporkan ada empat kasus, dua kasus dilaporkan di Hunan, demikian laporan Kementerian Kesehatan China.
   
Sedangkan di provinsi Zhejiang, Henan, Sichuan, Jiangsu, Shandong, Hebei dan Chongqing masing-masing ada satu kasus.
   
Di antara sejumlah pasien, sebanyak 251 pasien telah meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan dan 239 pasien masih mendapat perawatan di rumah sakit.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau