LONDON, KOMPAS.com - Para bekas tahanan di pangkalan udara Bagram di Afganistan memiliki yang diduga katalogus penganiayaan di fasilitas militer AS itu, BBC melaporkan Rabu (24/6), setelah dua bulan penyelidikan.
Bekas tahanan mendaftar penganiayaan termasuk pemukulan, perampasan tidur, dan diancam dengan anjing di pangkalan di udara Kabul itu, kata lembaga siaran tersebut.
"Mereka melakukan hal yang Anda tidak akan lakukan terhadap binatang, apalagi pada manusia," kata seorang bekas tahanan, yang dikenali sebagai Dr. Khandan, sementara seorang bekas tawanan lainnya melukiskan disuruh memegang senjata yang mengarah ke kepalanya dan diancam dengan kematian.
Para tahanan itu ditahan di Bagram antara 2007 dan 2008. Mereka semua dituduh sebagai anggota atau membantu Al Qaeda atau Taliban, tapi tidak ada dakwaan yang diajukan dan beberapa menerima permintaan maaf ketika dibebaskan.
Pentagon membantah tuduhan itu, yang dibuat dalam wawancara dengan 27 bekas tawanan, kata BBC, yang menambahkan bahwa hanya dua orang dari mereka yang ditanyai melaporkan telah diperlakukan dengan baik.
Badan siaran itu mengutip seorang jurubicara Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Mark Wright, yang mengatakan kondisi di Bagram "memenuhi standar internasional untuk perawatan dan tahanan".
"Ada hal-hal yang didokumentasikan dengan baik tempat kebijakan itu tidak diikuti dan anggota angkatan telah memikul tanggung jawab atas tindakan mereka dalam kasus itu," ia menambahkan dalam satu pernyataan.
Namun kelompok lobi hak asasi legal Inggris, Reprieve, mengatakan tuduhan itu mengkonfirmasi kekawatirannya.
"Bagram adalah Teluk Guantanamo baru," kelompok itu mengatakan dalam satu pernyataan, yang minta pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan atas dua orang Pakistan yang mereka katakan telah Inggris bantu bawa ke Bagram dari Irak.
BBC menyebutkan bahwa Presiden AS Barack Obama telah berjanji untuk menutup kamp tahanan Teluk Guantanamo di Kuba dengan segera setelah berkuasa Januari.
Tak seperti para tahanan Guantanamo, para tawanan di Bagram tidak memiliki akses ke pengacara dan mereka tidak dapat menantang penahanan mereka, katanya.
"Seperti yang telah kami katakan sejak semula, memukul orang dan menahan orang tanpa dapat berhubungan dengan orang lain adalah tidak manusiawi, aman dan terjamin," ia menambahkan.