Bagram, Versi "Baru" Tahanan Guantanamo

Kompas.com - 25/06/2009, 06:58 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Para bekas tahanan di pangkalan udara Bagram di Afganistan memiliki yang diduga katalogus penganiayaan di fasilitas militer AS itu, BBC melaporkan Rabu (24/6), setelah dua bulan penyelidikan.
   
Bekas tahanan mendaftar penganiayaan termasuk pemukulan, perampasan tidur, dan diancam dengan anjing di pangkalan di udara Kabul itu, kata lembaga siaran tersebut.
   
"Mereka melakukan hal yang Anda tidak akan lakukan terhadap binatang, apalagi pada manusia," kata seorang bekas tahanan, yang dikenali sebagai Dr. Khandan, sementara seorang bekas tawanan lainnya melukiskan disuruh memegang senjata yang mengarah ke kepalanya dan diancam dengan kematian.
   
Para tahanan itu ditahan di Bagram antara 2007 dan 2008. Mereka semua dituduh sebagai anggota atau membantu Al Qaeda atau Taliban, tapi tidak ada dakwaan yang diajukan dan beberapa menerima permintaan maaf ketika dibebaskan.
   
Pentagon membantah tuduhan itu, yang dibuat dalam wawancara dengan 27 bekas tawanan, kata BBC, yang menambahkan bahwa hanya dua orang dari mereka yang ditanyai melaporkan telah diperlakukan dengan baik.
   
Badan siaran itu mengutip seorang jurubicara Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Mark Wright, yang mengatakan kondisi di Bagram "memenuhi standar internasional untuk perawatan dan tahanan".
   
"Ada hal-hal yang didokumentasikan dengan baik tempat kebijakan itu tidak diikuti dan anggota angkatan telah memikul tanggung jawab atas tindakan mereka dalam kasus itu," ia menambahkan dalam satu pernyataan.
   
Namun kelompok lobi hak asasi legal Inggris, Reprieve, mengatakan tuduhan itu mengkonfirmasi kekawatirannya.
   
"Bagram adalah Teluk Guantanamo baru," kelompok itu mengatakan dalam satu pernyataan, yang minta pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan atas dua orang Pakistan yang mereka katakan telah Inggris bantu bawa ke Bagram dari Irak.
   
BBC menyebutkan bahwa Presiden AS Barack Obama telah berjanji untuk menutup kamp tahanan Teluk Guantanamo di Kuba dengan segera setelah berkuasa Januari.
   
Tak seperti para tahanan Guantanamo, para tawanan di Bagram tidak memiliki akses ke pengacara dan mereka tidak dapat menantang penahanan mereka, katanya.
   
"Seperti yang telah kami katakan sejak semula, memukul orang dan menahan orang tanpa dapat berhubungan dengan orang lain adalah tidak manusiawi, aman dan terjamin," ia menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau