Ketua KPU: Penggunaan KTP Rawan Curang

Kompas.com - 25/06/2009, 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keinginan sejumlah kalangan agar seluruh warga Indonesia yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) tetap bisa menyalurkan suaranya cukup dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), tidak diakomodasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU menimbang untung ruginya mengajukan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) penggunaan KTP dalam Pilpres 8 Juli 2009 mendatang.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menilai penggunaan KTP sulit untuk diterapkan karena berpotensi menimbulkan kecurangan. "Ada dibicarakan dalam pleno tetapi sulit. Tetapi kesimpulannya kita tidak mengusulkan Perppu karena berbahaya. Itu berbahaya, bahaya luar biasa. KPU bisa dituduh macam-macam," kata Hafiz, saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (25/6).

Ia mengakui, penggunaan KTP untuk bisa menyalurkan hak suara itu mempunyai tujuan bagus. Namun, banyak kasus bahwa satu orang bisa memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini dinilai akan menimbulkan kecurangan. "Tujuannya bagus tetapi kalau orang punya KTP sampai lima, KPU yang dituding," tegasnya.

Selain itu, masalah logistik juga akan bermasalah. Pasalnya, KPU hanya melakukan distribusi surat suara sesuai dengan DPT ditambah 2 persen. Bila penggunaan KTP dilakukan, dikhawatirkan akan ada lonjakan pemilih di luar DPT. "Bayangkan kalau datang 20 orang saja, logistiknya gimana. Tetapi kalau sejauh namanya ada di DPT jelas bisa," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau