Jakarta, Kompas.com — Sehari setelah diumumkan virus influenza A-H1N1 masuk ke Indonesia, jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus itu terus bertambah. Karena itu, pemerintah kini meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.
Dua pasien positif terinfeksi influenza A-H1N1 masih dirawat inap di ruang isolasi dan kondisinya membaik. ”Saat tiba di bandara, mereka belum demam sehingga lolos dari alat pendeteksi panas tubuh. Begitu demam, batuk, dan pilek, mereka berobat ke rumah sakit rujukan,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, Kamis (25/6) di Jakarta.
Mereka adalah WA (37), seorang pilot, baru pulang dari Perth, Australia, dan Hongkong. Ia diisolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta. Adapun Bobie Masoner (22), perempuan asal Inggris yang tinggal di Melbourne, Australia, masih diisolasi di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.
Depkes juga menerima laporan ada enam warga negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi. Tiga orang bermukim di Singapura dan satu pasien tinggal di Australia. Seorang pegawai Depkes, peserta pelatihan Influenza A-H1N1 di Beijing, juga diduga tertular dan satu orang lagi di Makau.
Untuk mencegah penyebaran virus itu, jajaran petugas kesehatan melacak siapa saja orang yang pernah kontak dengan kedua pasien tersebut selama masa inkubasi untuk diperiksa spesimennya. Mereka adalah petugas kesehatan dan para penumpang yang duduk di dekat penderita dalam pesawat. Bila mengalami gejala mirip influenza, mereka akan segera dikarantina.
Sejauh ini, jumlah pasien yang diduga tertular virus itu terus bertambah. Mereka ada di Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Di Bali
RSUP Sanglah kembali menerima dua pasien terduga berkewarganegaraan Australia. Maka, RS rujukan utama di Pulau Bali itu merawat empat pasien, satu orang di antaranya positif menderita influenza A-H1N1.
Dua pasien baru itu anak-anak, satu perempuan dan satu laki-laki. Anak perempuan itu bernama Tayla Mario (14), tinggal di Hotel Sofitel, Seminyak, Kuta. Identitas anak laki-laki baru diketahui berinisial J berusia 10 tahun. Mereka diantar 5 anggota keluarga mereka. Bersama semua pengantar, mereka diisolasi di Ruang Nusa Indah.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sanglah dr I Gusti Lanang Suartana sempat menyatakan menerima tiga pasien dengan status terduga. Beberapa jam setelah observasi, Ketua Tim Penanganan flu A-H1N1 Sanglah dr Agus Somia SpPD mengonfirmasi ulang hanya dua pasien status terduga, sementara yang lain hanya mengantarkan.
”Kedua pasien itu dirujuk sebuah klinik di Badung. Mereka dinyatakan terduga karena berasal dari Australia, negara endemik,” kata Somia. Keluhan mereka serupa, yaitu demam dengan suhu tubuh di atas 37 derajat celsius, disertai pilek dan batuk. Salah satunya menderita radang tenggorokan.
Kedua pasien baru itu satu pesawat dengan pasien Bobie dan George Cortland (12). Mereka tiba di Bandara Ngurah Rai hari Jumat (19/6) sekitar pukul 14.00 Wita. Kondisi George telah membaik. Hasil penelitian cairan tenggorokan dan hidung oleh Litbangkes diharapkan diterima RSUP Sanglah padaJumat ini.
Keluarga diisolasi
Ibu dan adik perempuan Bobie Masoner telah diisolasi di rumah kontrakan mereka di Desa Jimbaran, Badung, dan diambil cairan tenggorokan untuk diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes. ”Ibu dan adik Bobie dilarang keluar rumah dan harus mengonsumsi oseltamivir. Bobie terus diobservasi hingga masa inkubasi berakhir, kondisinya membaik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bali dr Nyoman Sutedja.
Lama perawatan pasien dihitung dari masa inkubasi virus influenza A-H1N1 selama tujuh hari. Masa pemberian obat oseltamivir lima hari. Pemberian obat berakhir 26 Juni 2009. Pasien keluar dari RS paling cepat Sabtu (27/6).
(BEN/EVY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang