The Most Iconic Hairstyles in Hollywood

Kompas.com - 26/06/2009, 13:11 WIB

KOMPAS.com - Farrah Fawcett hanya tampil satu musim di serial Charlie's Angels. Senyum dan rambut pirangnya yang jatuh bergelombang dengan indahnya jauh melejit dibandingkan serial bikinan produser Aaron Spelling tersebut. Poster bergambar Fawcett dengan swimsuit merahnya menjadi poster wajib di dinding kamar para cowok. Poster ini terjual hingga 12 juta lembar di seluruh dunia, membuatnya menjadi poster paling laku sepanjang sejarah!

"Aku menjadi begitu terkenal sebelum tanpa memiliki kepandaian apa pun," ujar Fawcett pada harian The New York Times pada 1986. "Aku nggak pernah belajar drama di sekolah. Aku dari jurusan seni. Tiba-tiba, ketika sedang syuting Charlie's Angels, aku mendapat begitu banyak surat penggemar. Aku enggak tahu apa sebabnya, dan aku pikir orang lain juga tidak."

Jose Eber, hairstylist yang menciptakan "Rambut Farrah Fawcett" (begitu perempuan-perempuan di seluruh dunia menyebutnya), mengatakan, Fawcett dianugerahi rambut paling indah yang bisa dimiliki seseorang. "Rambutnya memiliki kepribadiannya sendiri," ujar Eber. "Selama aku menata rambut para wanita, jarang sekali Anda melihat seseorang yang memiliki rambut begitu sempurna. Dan semua itu natural."

Namun Farrah Fawcett bukan satu-satunya aktris Hollywood yang rambutnya menjadi icon. Sesuai masanya, ada beberapa tokoh lain yang membuat para perempuan berbondong-bondong menuju salon untuk meniru model rambutnya.

Jennifer Aniston. "The Rachel Hair", begitu fans menyebut model rambut Rachel Green, yang muncul di serial Friends season kedua (1995). CNN bahkan pernah membuat laporan khusus mengenai rambut Rachel pada Agustus 1995. "Want Rachel's hair? Wait in line," begitu provokasinya. Model rambut pendek ber-layer ini konon masih populer di salon-salon hingga bertahun-tahun sesudahnya, meskipun Aniston sendiri sudah berkali-kali mengganti tatanan rambutnya. Hingga kini model rambut Aniston yang terlihat ringan, bergelombang, dan mudah penataannya, masih sering dibicarakan.

Victoria Beckham. Ini dia, The Queen of the Modern Bob. Rambut bob-nya punya banyak nama: disconnected bob, atau bob nungging, namun penata rambut di salon-salon di seluruh dunia pasti tahu apa yang diinginkan wanita-wanita yang memintanya. Model rambut ini memberikan banyak layer di bagian belakang, dengan bagian samping yang dibiarkan lebih panjang. Bob versi lainnya yang pendek di bagian kiri, dan panjang di sebelah kanan, juga menginspirasi banyak perempuan.

Demi Moore. Gara-gara film Ghost yang dibintanginya pada tahun 1990, para perempuan segera memotong pendek rambutnya. Sebenarnya rambutnya ini tidak membutuhkan teknik pemotongan khusus yang membuatnya istimewa. Wajah Demi yang terlihat jauh lebih muda dengan rambutnya itulah yang membuat para wanita menginginkannya. Coba, siapa yang tidak ikut membuat "Rambut Demi Moore" saat itu?

Nicole Richie. Dulu putri penyanyi Lionel Richie ini bergaya urakan, dengan rambut panjang yang ditata dan dicat sembarangan. Namun ia melakukan makeover pada keseluruhan penampilannya dengan bantuan stylist Rachel Zoe. Tak cuma bobot tubuhnya yang merosot drastis, rambutnya pun ditata dengan lebih classy. Rambutnya dibuat bob sebahu, dengan belahan di pinggir, menyibakkan poninya yang jatuh begitu sempurna.

Miley Cyrus. Sadarkah Anda berapa banyak gadis ABG yang memakai model rambut panjang ikal tak beraturan saat ini? Miley Cyrus adalah pencetusnya. Rambut seperti ini akan tampak cantik jika rambut pemiliknya tebal.

Gisele Bundchen. Rambut coklat gelapnya yang panjang, melambai-lambai dengan anggun saat ia melangkahkan kaki jenjangnya di catwalk. Rambut dengan "killer waves" ini menginspirasi banyak produk perawatan rambut dan menjadikan model yang kini tengah hamil ini sebagai dutanya.

Ada beberapa tokoh perempuan lain yang rambutnya juga menjadi icon di jamannya. Sebutlah Twiggy, Veronica Lake, Marilyn Monroe, Carly Simon dan Stevie Nicks, bahkan Pamela Anderson dengan bleach blonde-nya. Menurut Anda sendiri, yang manakah rambut yang paling layak menjadi icon?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau