Rossi Akui, Agostini Masih yang Terhebat

Kompas.com - 28/06/2009, 05:22 WIB

ASSEN, KOMPAS.com - Valentino Rossi mencetak hat-trick pada seri ketujuh MotoGP musim 2009 di Assen, Belanda. Pada balapan yang berlangsung Sabtu (27/6) di The Cathedral--julukan sirkuit Assen--, "The Doctor" meraih pole position, mencetak fastest lap dan muaranya adalah juara di lintasan yang masih original sejak balapan pertama dilakukan pada tahun 1949.

Lebih fantastis lagi, kemenangan pada seri ini membawa Rossi mencapai angka 100 dan masuk dalam buku sejarah sebagai pebalap kedua yang bisa meraih angka tersebut. Dia kini hanya terpaut 22 kemenangan dari pebalap legendaris, Giacomo Agostini.

Ya, sejak pertama kali tampil di kelas 125cc pada 13 tahun silam, Rossi kini sudah membukukan 100 kemenangan. Tak heran jika perayaan di Assen menjadi lebih spesial karena dia diberi kesempatan untuk membentangkan spanduk dengan panjang 25 meter, yang berisi gambar kesuksesan yang diraih pertama kali tahun 1996--termasuk kemenangan ke-12 di Sirkuit Sentul, Indonesia--, hingga yang ke-99.

"Ini adalah momen yang sangat emosional. Tentu saja saya akan selalu mengingat kemenangan ke-100 ini sepanjang hidup," ungkap Rossi sambil tersenyum. "Ketika mencapai kemenangan ke-75, saya merasa mencapai angka 100 itu masih sangat jauh. Tetapi sekarang saya sudah berada di sini (100,red) dan itu terasa sangat luar biasa, sangat menyenangkan berada di sini.

"Saya sangat berterima kasih kepada semua orang, seperti Jeremy (Burgess) dan orang-orang yang telah bersamaku selama 10 tahun serta tim yang selalu memberikan 100 persen dan memberikan motor yang bagus untukku.

"Saya juga mau berterima kasih kepada teman-teman, dan ayahku Graziano yang menang di sini, di Assen, pada 30 tahun lalu saat saya masih bayi, dan ibuku Stefania, karena mereka selalu mendukungku. Luar biasa bisa mencapai momen ini di Assen karena balapan motor di The Cathedral sangat historik."

Rossi telah mencapai 100 kemenangan dengan 74 kali diraihnya di kelas premier (baik 500cc maupun MotoGP), plus 14 kali di kelas 250cc dan 12 kali di kelas 125cc. Untuk prestasi di kelas premier, Rossi menjadi yang terhebat dan sudah membuat sejarah sebagai pebalap dengan kemenangan terbanyak.

Namun secara keseluruhan, pebalap berusia 30 tahun ini masih kalah dari Agostini. Pasalnya, Agostini yang membalap antara tahun 1960-an dan 70-an meraih total 122 kemenangan di semua kelas. Itu sudah termasuk 15 gelar di kelas 350 dan 500cc.

Meskipun demikian Rossi sudah memiliki kebanggaan tersendiri karena hanya dia yang hampir setara dengan Agostini. Dia pun mengakui bahwa Agostini masih yang terbaik dalam sejarah balap motor.

"Sekarang saya telah mencapai kemenangan ke-100 dan hanya saya pebalap kedua yang mencapai angka tersebut. Tetapi Agostini masih 22 kali lebih banyak dan bagi saya, dia tetap yang terhebat," ungkap Rossi. "100 adalah hasil yang luar biasa tetapi atmosfir di tim kami sangat mengagumkan dan motivasi masih tetap tinggi--kami ingin menang lagi di balapan-balapan selanjutnya!"

Kemenangan ke-40 bagi Yamaha

Kemenangan hari Sabtu ini merupakan yang ke-40 bagi Rossi sejak bergabung dengan Yamaha pada tahun 2004. Hasil tersebut menempatkan Rossi sebagai pebalap yang paling banyak mempersembahkan kemenangan bagi Yamaha dibandingkan dengan pabrikan lain. Sebelumnya, Rossi sudah pernah juara bersama Aprilia di kelas 125 dan 250cc, kemudian bersama Honda dari 2000-2003 di kelas premier (500cc/MotoGP).

"100 kemenangan sudah berbicara kepada mereka sendiri!" ungkap manajer tim Rossi Davide Brivio. "Bagi kami semua di tim ini, merupakan penghormatan dan kepuasan tersendiri bekerja sama dengan Valentino karena sesungguhnya dia adalah yang terhebat dalam sejarah, sesuatu yang sudah dia buktikan pada hari ini. Bekerja dengannya selalu menyenangkan dan kami menikmatinya setiap pekan.

"Ini adalah bagian dari sejarah yang sangat penting bagi Yamaha, karena kemenangan ke-40 diraih bersama kami, lebih banyak dibandingkan dengan pabrikan lain, dan kebanyakan kemenangan-kemenangan itu dicapai di kelas ini," tambah Brivio.

"Ketika kami mulai bekerja sama tahun 2004, nyaris tak mungkin berpikir bisa mencapai target seperti ini. Tetapi sekarang saya yakin setiap orang, termasuk semua pekerja Yamaha, akan selalu mengenang momen ini. Saya berbicara atas nama setiap orang dengan mengatakan terima kasih kepada Vale atas kenangan-kenangan ini dan terima kasih karena sudah mau bergabung dengan Yamaha!"

Kini, Rossi yang memulai seri ketujuh di Assen ini dengan poin sama seperti Lorenzo dan jagoan Ducati Casey Stoner, memimpin klasemen sementara. Dia unggul lima poin atas Lorenzo yang merupakan rekan setimnya di Fiat Yamaha, dan sembilan di atas Stoner yang finis ketiga di Assen.

Keberhasilan tersebut menjadi modal berharga untuk menyambut seri kedelapan di Amerika Serikat yang berlangsung pekan depan di Sirkuit Laguna Seca. (CRS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau