Pencuri Gunakan Google Earth untuk Lacak Target

Kompas.com - 29/06/2009, 15:41 WIB

KOMPAS.com — Beberapa pencuri di Inggris yang terampil di bidang teknologi menggunakan Google Earth untuk melacak keberadaan targetnya, ikan koi carp yang mahal. Para pencuri tersebut menggunakan sistem pemetaan internet itu untuk melacak kebun rumah yang dilengkapi kolam berisi ikan dengan harga relatif mahal.

Dua belas kasus pencurian ikan koi carp hingga mencapai kerugian ribuan poundsterling dilaporkan terjadi di Hull, East Yorks, dalam 3 pekan terakhir. Petugas pertahanan sipil Sam Gregory menjelaskan bukti-bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa pencuri menggunakan Google Earth untuk melacak targetnya.

Google Earth dilengkapi sistem pemetaan canggih yang memungkinkan pemakainya melacak keberadaan benda berharga yang ditempatkan di ruang belakang rumah. "Google menunjukkan apa yang terdapat di taman (belakang rumah) dan memungkinkan pemakainya melihat isi kolam di sekitarnya," ucap Sam Gregory.  

"Salah satu rumah yang jadi incaran pencurian dilengkapi gerbang setinggi 2,5 meter dan tidak terletak dekat jalan raya. Kolam ikan rumah itu terletak di sisi pojok rumah dan tidak terlihat dari luar. Apabila Anda tidak berdiri di dekat tembok rumah itu, maka Anda tidak akan dapat mendengar gemericik aliran air," ujarnya.

"Mereka (para pencuri) mencuri ikan yang berukuran kecil karena mereka tahu bahwa ikan-ikan itu dapat bertahan hidup lebih lama (ketimbang ikan berukuran besar) tanpa air," ujar salah satu warga, Robert Barnes, yang di antaranya kehilangan 4 ikan koi. "Tetangga saya mengaku melihat 2 pria muda yang menaiki sebuah sepeda dilengkapi dengan sebuah kotak dan jaring besar berwarna hitam," ujarnya.

Adapun Nigel Dawson (40) terbangun pada suatu pagi dan mendapati sistem filter serta 13 ikan koi carpnya yang mahal raib dari kolam yang terletak di kebun belakang rumahnya. "Saya tidak menyangka (terjadi pencurian ikan). Saya tidak mendengar atau melihat apa pun (yang mencurigakan)," katanya.

Seorang juru bicara Google menjelaskan, mesin pencari ini hanya merupakan 1 provider yang menyediakan berbagai gambar satelit hasil pemetaan. Google Earth menyediakan informasi di seluruh dunia dengan sumber luas, baik dari publik, maupun komersial.

"Dengan demikian, risiko keamanan dari penggunaan Google Earth sulit dibendung. Ini karena ketersediaan komersial secara luas gambar satelit yang beresolusi tinggi dari setiap negara di dunia," ungkap juru bicara Google.

"Tidak ada yang bisa berargumentasi bahwa teknologi ini menjadi pemicu aksi kriminal karena tanggung jawab (dari kemutakhiran teknologi ini) terletak pada pemakainya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau