JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah perbaikan kultural yang dilakukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) belum mengalami perbaikan signifikan. Polri merasa belum memenuhi tuntutan masyarakat atas reformasi dalam tubuh institusi Bhayangkara tersebut.
"Langkah infrastruktur dan struktural telah berjalan. Namun, langkah kultural masih dirasakan belum berjalan efektif dalam kepolisian Republik Indonesia, belum memenuhi tuntutan masyarakat," ujar Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri saat menyampaikan laporannya kepada Presiden dalam perayaan HUT Bhayangkara di Babinkam Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/7).
Oleh karena itu, Kapolri meminta maaf kepada masyarakat karena program yang dicanangkan belum berjalan efektif memperbaiki kultur di Polri. "Saya selaku pimpinan Kepolisian Republik Indonesia memohon maaf jika sampai saat ini masih ada tindakan Polri yang mencederai masyarakat," ujarnya.
Namun, Polri berjanji akan terus memperbaiki diri. Perbaikan diri ini akan disusun dalam berbagai program strategis untuk menciptakan Polri profesional. Ini juga sesuai dengan pesan yang terkandung dalam UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang