Jateng Promosi Borobudur Internasional Festival

Kompas.com - 01/07/2009, 13:16 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Setelah dikeluarkan dari daftar Tujuh Keajaiban Dunia sejak 2007, obyek wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, terus dipromosikan dengan gencar. Salah satunya dengan akan digelarnya Borobudur International Festival (BIF) yang dijadwalkan berlangsung 16 Juli sampai 21 Juli 2009.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, Rabu (1/7), mengemukakan, BIF yang digelar ini merupakan kali kedua setelah 2003 juga diselenggarakan BIF. Tujuan diselenggarakannya BIF untuk mendongkrak pamor daerah tujuan wisata Candi Borobudur di tingkat dunia.

Harus diakui sejak Candi Borobudur tidak lagi masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia maka status Candi Borobudur ini hanya tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia di UNESCO. "Meski tidak berdampak luas, tapi jumlah kunjungan wisatawan manca negara sempat turun hanya 110.340 turis saja dari sebelumnya mencapai lebih 140.000 turis asing," kata Gatot Bambang Hastowo.

Dalam BIF 2009, tercatat sudah sembilan negara menyatakan berpartisipasi ikut dalam kegiatan BIF. Negara-negara partisipasi aktif itu di antaranya India, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jumlah negara peserta BIF diperkirakan masih akan bertambah karena selama 15 hari ke depan ini, masih terus dilakukan hubungan dan komunikasi dengan perluasan negara peserta.

Sebagai wujud penghargaan atas partisipasi negara lain, BIF juga menyediakan kegiatan pertunjukan kesenian dan kebudayaan. Pertunjukan kesenian itu diikuti oleh pelaku budaya dan seni dari negara-negara partisipan BIF, sekaligus juga menampilkan tradisi kesenian lokal dari masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Obyek wisata Candi Borobudur yang per tahunnya mampu menyedot jumlah pengunjung wisatawan Nusantara sebesar 1,6 juta orang, saat ini dominan diakses para turis mancanegara dari Yogyakarta. Candi Borobudur masih merupakan obyek tujuan wisata yang menjadi satu paket dengan obyek lain seperti candi Prambanan, Dieng, dan Kraton Yogyakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau