Bulu tangkis

Tommy Tumbang Lagi pada Penampilan Pertama

Kompas.com - 02/07/2009, 04:29 WIB

Jakarta, Kompas - Tunggal putra nomor tiga pelatnas Cipayung, Tommy Sugiarto, kembali harus tumbang pada penampilan pertamanya. Setelah gagal pada laga pertama babak kualifikasi Indonesia Super Series, Tommy juga langsung tumbang pada babak kedua Grand Prix Gold Filipina Terbuka di Pasig City, Metro Manila, Rabu (1/7).

Tommy, yang diunggulkan di urutan keenam, langsung lolos ke babak kedua karena mendapat bye di babak pertama. Namun, dia gagal memanfaatkan kesegaran fisik atas lawannya, Zhou Wenlong (China).

Zhou, yang harus bermain dua kali dalam sehari, mengalahkan Tommy 21-10, 21-16 untuk maju ke 16 besar. Di babak pertama, pagi harinya, Zhou mengalahkan pemain tuan rumah Antonio Benjamin Gadi, 21-8, 21-12.

Sebelumnya di Indonesia Super Series, Tommy—yang diharapkan jadi andalan tunggal putra pada masa depan—menyerah dari pemain Ceko, Petr Koukal, juga dalam dua game langsung, dan gagal lolos ke babak utama.

Kekalahan juga diderita pemain pelatnas lain, Nugroho Andi Saputro. Andi pada babak pertama mengalahkan Ramon Dalo Jr (Filipina), 21-11, 21-10, dan menantang unggulan kelima asal Malaysia, Sairul Amar Ayob, di babak kedua. Sayangnya, Andi harus mengakui keunggulan Sairul, 13-21, 21-23.

Dengan tumbangya Tommy dan Andi, pelatnas Cipayung tinggal menyisakan Yoga Pratama di babak 16 besar. Yoga menang mudah atas pemain tuan rumah, Kelvin Ang, 21-19, 21-9, di babak pertama, disusul kemenangan atas pemain senegara, Aditya Arifin, 21-15, 21-16.

Namun, Yoga menghadapi lawan berat di 16 besar, yaitu unggulan kedelapan asal China, Hu Yun. Hu menang mudah atas pemain Indonesia lainnya, Farhad, 21-10, 21-10.

Dua tunggal putri pelatnas, Linda Wenifanetri dan Rizki Amelia Pradipta, juga tersingkir di babak pertama. Linda, yang langsung bertemu juara Grand Prix Gold Malaysia Terbuka, Wang Shixian, menyerah 21-23, 9-21.

Pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky, mengatakan, di set pertama Linda bisa mengimbangi lawannya, bahkan mencapai game point lebih dulu, 20-19, 21-20. Namun, Wang membalikkan keadaan dan unggul 23-21. ”Di game kedua Wang mempercepat tempo. Linda bisa mengimbangi, sayangnya serangan balik dan netting-nya banyak yang menyangkut di net,” ujarnya.

Sementara itu, Rizki menyerah setelah bertanding tiga game lawan pemain Hongkong, Chan Tsz Ka, 21-16, 22-24, 13-21. Setelah menang di game pertama, Rizki seharusnya bisa menang dengan unggul 11-2, 14-10 dan mencapai game point 20-19. Namun, Chan mengejar 24-22 dan memenangi set ketiga dengan lebih mudah.

Tunggal putri menyisakan Aprilia Yuswandari yang mengalahkan pemain Filipina, Fatima Cruz, 21-12, 21-10. Namun, di babak kedua April sudah ditunggu unggulan utama dan pemain nomor satu dunia, Zhou Mi.

Di nomor ganda campuran, semua pasangan Indonesia melaju ke babak kedua. Hendra A Gunawan/Vita Marissa mengalahkan Michael Paclibar/Danica Bolos (Filipina), 21-14, 21-19, untuk menghadapi unggulan keempat asal Indonesia, Ahmad Tantowi/Richi Puspita Dili.

Tri/Minarti mengalahkan pasangan tuan rumah lain, Rodel Bartolome/Jubie Ann Valarta, untuk menghadapi unggulan utama Yihan Hadikusumo/Chau Hoi Wah (Hongkong). Dua pasangan pelatnas, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah dan M Rijal/Debby Susanto, juga mengalahkan pemain tuan rumah.

Di babak kedua, Fran/Pia akan menghadapi pasangan muda China, Chen Zhiben/Zhang Jinkang. ”Di laga pertama tak ada masalah. Lawan pasangan China ini baru ujian kami yang sesungguhnya. Namun, kami sudah siap tempur,” ujar Fran. (was)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau