AS Beri Sanksi Pendukung Al Qaeda

Kompas.com - 02/07/2009, 07:27 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - AS, Rabu (1/7), menjatuhkan sanksi terhadap seorang pendukung Al Qaeda dan tiga pemimpin kelompok gerilyawan Islam Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan, yang dipercaya berada di belakang serangan Mumbai tahun lalu.
   
Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya telah menetapkan pembekuan aset terhadap empat orang, yang dikenali sebagai Fazeel-A-Tul Shaykh Abu Mohammad Ameen Al-Peshawari, Arif Qasmai, Mohammad Yahya Mujahid, dan Nasir Javaid.
   
Ameen al-Peshawari diduga memberikan bantuan, termasuk dana dan calon (gerilyawan), kepada Al Qaeda dan milisi Taliban, yang sekarang berperang untuk memperoleh kekuasaan di Afganistan.
   
Qasmani dikatakan menjadi kepala koordinator untuk Laskar dan Mujahid pemimpin bagian media kelompok itu sementara Javaid menjabat sebagai komandannya di Pakistan.
   
Lashkar diperkirakan banyak pihak berada di belakang penumpahan darah besar-besaran 60 jam November lalu d kota Mumbai di India yang menyebabkan 166 orang tewas.
   
Deperteman Keuangan AS mengatakan tindakannya itu dilakukan dua hari setelah Al-Peshawari, Qasmani dan Mujahid ditambahkan ke dalam daftar hitam AS mengenai orang dan organisasi yang mepunyai hubungan dengan Al Qaeda, pimpinan Osama bin Laden dan Taliban.
   
Semua negara anggota PBB diwajibkan untuk membekukan dana dan aset lain yang didaftarkan orang dan kelompok yang termasuk dalam daftar hitam itu, dan untuk menerapkan sanksi lain, seperti larangan perjalanan dan embargo senjata, kata pernyataan Departemen Keuangan tersebut.
   
Qasmani juga dikaitkan dalam pernyataan Departemen Keuangan itu dengan pengeboman kereta api Juli 2006 di Mumbai yang menewaskan 186 orang dan pengeboman Samjota Express Februari 2007 di kota Panipat di India yang menewaskan 68 orang.
   
Ia diduga telah melakukan kegiatan pengumpulan dana atas nama Lashkar pada 2005 dan menggunakan uang yang ia terima, dan pendukung gerilyawan Dawood Ibrahim memfasilitasi pengeboman kereta api Juli 2006.
   
Pemerintah Presiden AS Barack Obama telah menambah tekanan terhadap Pakistan untuk membawa orang-orang yang bersalah dalam serangan Mumbai tahun lalu ke pengadilan, kata seorang pejabat senior AS belum lama ini.
   
India menuduh tetangganya Pakistan menyembunykan orang-orang yang merencanakan serangan itu, dan satu warga Pakistan yang diadili di Mumbia adalah satu-satunya pria bersenjata yang selamat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau