Kampanye Hitam Melalui SMS Beredar di Hari Pencontrengan

Kompas.com - 08/07/2009, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden, Rabu (8/7), di masyarakat beredar pesan singkat melalui handphone (SMS) yang berisi kalimat menjelek-jelekkan pasangan SBY-Boediono.
     
Seorang warga Parung Bogor, Arie, menerima SMS itu pada Rabu dini hari dari nomor telepon seluler yang tidak dikenalnya dengan nomor 0811843*** dan hanya mencantumkan kode W3.
     
SMS itu menjelek-jelekkan pasangan SBY-Boediono dan keluarganya. Putra SBY disebutkan telah menyuap para pemilih di Jember saat pemilu legislatif lalu, sementara istri Boediono disebut bukan seorang Muslim.
     
Sebelumnya, pada Selasa (7/7) malam, capres SBY saat berbicara di depan sekitar 5.000 jemaah zikir dan doa di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, mengharapkan masyarakat tidak memercayai isu atau fitnah yang disebarkan menjelang pilpres.
     
"Kalau besok pagi dapat SMS yang macam-macam jangan percaya. Tolong dicatat dan sampaikan pada saya. Tetapi tetap kita mintakan hidayahnya agar yang mengirim fitnah itu bertobat," katanya.
     
SBY menjelaskan, selama pilpres ini banyak sekali fitnah dan kampanye hitam yang menyerang dirinya dan Boediono beserta keluarga. "Beberapa fitnah yang sudah merupakan pencemaran nama baik akan saya tuntut melalui proses hukum, tetapi nanti setelah pilpres," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau