KPU: Tabulasi Elektronik SMS Jangan Jadikan Referensi

Kompas.com - 08/07/2009, 23:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menayangkan hasil tabulasi elektronik menggunakan sistem layanan pesan singkat (SMS) di Media Center dan website resmi KPU. Kendati demikian, KPU menegaskan hasil tabulasi ini tidak bisa dijadikan referensi.

 

"Penayangan ini hanya sebagai tambahan informasi bagi warga yang sudah diakses dari pihak lain. Ini tidak bisa dijadikan referensi," kata Anggota KPU Abdul Hafiz Anshary, ketika jumpa pers, di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (8/7).

 

Ia mengakui hasil tabulasi elektronik dari sistem ini belum tentu akurat karena masih banyak kekurangannya, termasuk faktor human error.

 

"Karena bisa jadi KPPS salah pijit saat mengirim SMS dan datanya salah. Bisa juga sengaja dipijit salah. Kami akan membandingkan dengan scanning c1 yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota dan dikirimkan ke KPU Pusat, " tuturnya.

 

Selain itu, KPU juga akan melakkukan penghitungan suara secara manual. Rencananya, KPU akan menampilkan rekapitulasi perolehan suara manual secara berjenjang mulai 22-24 Juli 2009.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau