Puluhan Wali Murid Protes soal Bangku Kosong

Kompas.com - 09/07/2009, 10:48 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Puluhan wali murid mendatangi Dinas Pendidikan Surabaya, Kamis (9/7). Kedatangan mereka untuk memprotes pengisian bangku kosong di sekolah negeri.

Protes mereka terutama karena dua hal. Pertama, karena merasa pendaftar yang diterima untuk mengisi bangku kosong memiliki nilai lebih rendah dari anak mereka. Kedua, mereka menuntut pendaftaran bangku kosong bisa lintas subrayon.

Puluhan wali murid tersebut menginginkan kedua hal itu dituntaskan pada hari terakhir pengisian bangku kosong. Pengisian dijadwalkan berakhir pukul 12.00 siang ini, Kamis (9/7).

"Mekanisme ini salah dan harus diubah, Dinas Pendidikan jangan hanya berpegang pada aturan tanpa melihat kenyataan," teriak mereka.

Sementara itu, Ketua Panitia Pendaftaran Siswa Baru (PSB) Surabaya Ruddy Winarko mengatakan, mekanisme tidak diubah. Bahkan, pihaknya sudah memberi toleransi dengan memperpanjang waktu pendaftaran.

"Harusnya ditutup Selasa (7/7) kemarin dan kami sudah perpanjang sampai Kamis," ujarnya.

Namun, kata Ruddy, pihaknya tidak bisa menerima tuntutan pendaftaran lintas subrayon. Pasalnya, pengisian tidak mengenal pendaftaran dari awal.

"Kami hanya memeringkat pendaftar yang sudah masuk data waktu PSB reguler kemarin," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau