Asyik, Bangku Kosong Masih Banyak...

Kompas.com - 09/07/2009, 11:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap II yang berlangsung mulai hari ini, Kamis (9/7), sampai besok, Jumat (10/7), masih terbuka kesempatan bagi para siswa untuk memeroleh bangku kosong.

Di wilayah DKI Jakarta, jumlah bangku kosong, yang sebelumnya hanya 504, kini bertambah menjadi 7.697. Penambahan kursi itu terjadi karena 7.193 siswa yang diterima di SMP/SMA/SMK negeri telah dinyatakan gugur karena tidak lapor diri pada 6-7 Juli lalu. Tercatat, keseluruhan siswa yang tidak lapor diri tersebut berasal dari DKI Jakarta.

Seperti terlihat di SMAN 24 Jakarta, Kamis (9/7) pagi, Wakil Kepala Sekolah SMAN 24, Emi, menuturkan, meskipun bangku kosong di sekolah tersebut hanya tersedia 7 bangku dengan passsing grade 7,213, animo pendaftar di hari pertama PPDB Tahap II cukup tinggi. Tak kurang, dua puluh siswa sudah mendaftar untuk berebut tujuh bangku kosong itu.

Sementara itu, terkait lonjakan jumlah bangku kosong tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengaku belum mengetahui penyebabnya. Data Disdik DKI menyebutkan, calon siswa SMPN yang tidak lapor diri sebanyak 4.276 orang, calon siswa SMAN mencapai 1.806 orang, sedangkan SMKN sebanyak 1.111 orang.

Kepala Disdik DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, kemarin (8/7) menyatakan, sesuai ketentuan yang berlaku, siswa yang tidak lapor diri pada PPDB Tahap I dinyatakan gugur.

”Sejak jauh hari kami sudah menyosialisasikan bahwa siswa yang diterima dalam PPDB tahap I wajib lapor diri pada 6-7 Juli hingga pukul 15.00. Jika mereka tidak lapor, maka haknya sebagai siswa baru secara otomatis gugur,” katanya.

Selain SMAN 24, bangku kosong di tingkat SMA terdapat di SMAN 1 hingga SMAN 115 dengan jumlah yang bervariasi. Di SMAN 1 terdapat 11 bangku, di SMAN 2 ada 7, serta di SMAN 3 ada 22 bangku. Sementara itu, untuk SMAN 69 dan SMAN 116, sampai kemarin belum juga ada data yang masuk ke Disdik DKI.

”Data SMAN 69 dan SMAN 116 belum masuk, jadi belum diketahui kuota di sana sudah terpenuhi atau masih ada bangku kosong,” ujar Taufik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau