Kenapa Banyak Pemilih Mencontreng Nomor 2?

Kompas.com - 09/07/2009, 14:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang Pemilu Presiden 2009. Menurut versi hitung cepat, pasangan ini menangguk suara mayoritas sekitar 60 persen. Ada apa di balik kemenangan SBY-Boediono? Apa yang ada di benak para pemilih sehingga mereka lebih banyak mencontreng pasangan ini?

Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, Elektabilitas mendapatkan, 66,2 persen responden memilih SBY-Boediono karena mereka merasa selama lima tahun masa pemerintahan SBY kondisi keuangan mereka menjadi lebih baik.

"Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya sama saja juga memilih SBY-Boediono. Sedangkan mereka yang kondisi keuangannya lebih buruk beralih memilih Megawati-Prabowo," ungkap Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid, di Kantor LP3ES, Jakarta, Kamis (9/7), saat menyampaikan hasil exit poll dalam pilpres Rabu kemarin.

Exit poll dilakukan melalui wawancara tatap muka di luar TPS, sesaat setelah responden selesai melakukan pencontrengan. Jumlah responden yang diwawancarai sebanyak 7.423 orang yang tersebar di 33 provinsi. Margin error exit poll sebesar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selanjutnya, selain soal ekonomi, figur SBY juga merupakan daya tarik. Sebanyak 27 persen masyarakat memilih pasangan SBY-Boediono karena mereka beranggapan kedua orang ini berwibawa dan bijaksana.

Selain itu, SBY-Boediono juga dianggap mempunyai pengalaman dalam urusan birokrasi. Sebanyak 20 persen pemilih menjatuhkan pilihannya karena alasan ini. "JK juga incumbent, tapi hanya 13 persen pemilih yang memilihnya dengan alasan berpengalaman dalam birokrasi," terang Fajar.

Lebih lanjut, diungkapkan, sebanyak 16,5 persen masyarakat memilih SBY-Boediono dengan alasan pasangan ini jujur. Sementara, 6,6 persen memilih karena menganggap SBY-Boediono sebagai pasangan yang merakyat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau