Arie: Boediono Juga Menyumbang Suara Lho

Kompas.com - 09/07/2009, 18:59 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Arie Sudjito, bependapat, kemenangan SBY dalam pilpres tak lepas dari faktor cawapres Boediono. Sebab, Boediono diyakini banyak mendulang suara dari masyarakat menengah ke atas dan intelektual.

"Mereka itu dalam pemilu-pemilu sebelumnya bisa jadi bersikap golput," ujar Arie, Kamis (9/7), menanggapi hasil survei sejumlah lembaga yang memenangkan SBY-Boediono.

Boediono yang bukan orang politik, kata Arie, membawa nuansa baru dalam pilpres, walau hanya sebagai cawapres, apalagi masyarakat juga sudah jenuh karena selalu disuguhi calon yang melulu hanya dari partai politik.

"Di tingkat akar rumput, Boediono memang kurang dikenal dan kurang populer. Tapi bagi para pelaku ekonomi, intelektual, perbankan, dan akademisi cukup tahu sepak terjang Boediono. Mereka yang jumlahnya banyak ini mau memberi suara ke Boediono," kata Arie lebih lanjut.

Sisi positif Boediono, menurut dia, adalah sosoknya yang kalem dan tidak problematis, selain kemampuan intelektualitasnya. Gabungan karakter itu dianggap bisa membawa hal baru ketika menjalankan roda pemerintahan bersama SBY lima tahun ke depan.

"Boediono mesti menelurkan banyak gagasan dan pemikiran, dan mengampanyekannya ke masyarakat. Itu nanti yang akan dilihat masyarakat sehingga membuatnya lebih dikenal. Jika itu sudah didapat, barangkali Boediono baru bisa dan berpikiran melangkah ke kursi presiden dalam bursa pilpres mendatang. Itu pun dengan catatan, Boediono masuk ranah politik," kata Arie.

Arie menambahkan, kemenangan SBY bisa jadi lebih ditentukan figur ketimbang dari partai politik pengusungnya. Partai, menurut Arie, sudah berkurang kemampuannya dalam menjaring suara masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau