Resensi film

Harry Potter and The Half Blood Prince

Kompas.com - 10/07/2009, 09:54 WIB

Mengungkap Identitas Pangeran Berdarah Campuran yang Asli

Pangeran berdarah campuran adalah seorang yang ahli dalam membuat ramuan. Berkat bukunya yang berisi cara pembuatan ramuan, Harry Potter sangat tertolong olehnya.

Harry Potter mendapatkan buku tersebut dari seorang profesor ramuan baru yang bernama Slughorn. Ia menggantikan posisi Profesor Snape dalam pelajaran ini.

Lalu, apakah Profesor Snape masih menjadi pengajar di Hogwarts? Tentu saja Profesor Snape masih menjadi guru.

Ia beralih profesi menjadi guru pertahanan terhadap ilmu hitam. Wah, konon sejak Profesor Dumbledore menolak lamaran mengajar seorang calon guru pertahanan terhadap ilmu hitam, hingga saat ini tak ada satu pun guru pelajaran ini yang bertahan lebih dari setahun.

So , akankah Profesor Snape bertahan menjadi guru pertahanan ini? Lalu, bagaimanakah dengan pangeran berdarah campuran? Siapakah dia sebenarnya?

 

Rilis

Awalnya, film Harry Potter and The Half Blood Prince ini akan dirilis pada 21 November 2008. Sebelumnya, film tersebut akan diputar pada sebuah acara tahunan yang dihadiri oleh Ratu Elizabeth II.

Film tersebut akan menjadi film pilihan keluarga Kerajaan Inggris jika jadi diputar. Nyatanya, Harry Potter keenam ini ditunda penayangannya dan akan diputar di bioskop pada 17 Juli 2009.

Cerita di balik film Harry Potter 6

Di seri yang keenam ini kita akan melihat wajah baru Lavender Brown. Tokoh yang memerankannya adalah Jessie Cave. Sebenarnya di serial ketiga, tokoh Lavender Brown ini diperankan oleh Jennifer Smith.

Terus, kenapa diganti ya? Yah, tokoh Lavender Brown ini tidak dijelaskan secara spesifik warna kulitnya. Jadi tak ada masalah jika diganti pemerannya.

Pemeran Marcus Belby, seorang murid Ravenclaw, diperankan oleh Robert Knox, dikabarkan meninggal akibat sebuah perkelahian karena melindungi adiknya dari kericuhan di sebuah bar di Inggris.

Karena prosesi shooting di Lacock Abbey yang dilakukan antara jam 5 sore dan 5 pagi, para penduduk disuruh menutup jendela mereka. Hal itu karena cahaya yang berasal dari rumah penduduk dapat mengganggu pencahayaan saat proses shooting . (Dikara)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau