Mahasiswa Yogyakarta Asal Australia Suspect Flu Babi

Kompas.com - 12/07/2009, 12:21 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Seorang mahasiswa asal Australia yang tengah belajar di Yogyakarta berinisial ED ikut menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta akibat suspect virus influenza A-H1N1 atau flu babi. Yang bersangkutan masuk ke rumah sakit Sabtu malam, setelah mengalami demam.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Trisno Heru Nugroho yang baru saja dihubungi, Minggu (12/7), mengatakan, mahasiswa tersebut masuk ke Indonesia 2 Juli lalu. Namun, saat itu dirinya belum mengalami gejala flu. "Dia kemarin panas, terus semalam dibawa ke Sardjito," ujar Heru.

Dengan demikian, jumlah pasien suspect flu babi yang menjalani perawatan di ruang isolasi Kartika mencapai lima orang. Tiga di antaranya masuk pada hari Sabtu. Adapun seorang lainnya berinisial AR yang masuk pada hari Kamis sudah mulai membaik dan menurut rencana besok dipulangkan.

Sementara itu, untuk dua calon pasien (yang kemarin sore hendak dijemput oleh pihak rumah sakit dari rumahnya di Sleman), Heru mengatakan, ternyata tidak terbukti.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau