14 WNI di Korsel Terkena Flu Babi

Kompas.com - 12/07/2009, 17:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 14 orang Warga Negara Indonesia/WNI dari 366 orang yang mengikuti Festival Paduan Suara Asia di Kota Chang Wong, Yong Xan Man Rovens, Korea Selatan, dinyatakan positif terkena virus flu babi H1N1. Mereka masih dikarantina di Korea Selatan. Sementara itu, 83 orang yang negatif H1N1 dipulangkan dengan pesawat Garuda Indonesia ke Denpasar hari Minggu kemarin dan mendarat pukul 16.25 WITA.  

"Ke-14 orang itu di antaranya 10 orang dari Elfa's Music School, dua orang dari Gorontalo dan seorang dari Riau. Mereka dalam proses karantina dan menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Korea Selatan," papar Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Jakarta, Minggu (12/7) sore.

Para peserta festival tersebut terbang ke Korea Selatan pada 7 Juli 2009 lalu dalam keadaan sehat. Kemudian pada tanggal 9 Juli 2009 beberapa orang mulai demam dan flu. Pada tanggal 11 Juli 2009 baru dikonfirmasi bahwa 14 orang WNI positif H1N1.

Terkait dengan adanya 14 WNI yang terkena virus H1N1, Menkes Siti Fadilah terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul.

"KBRI telah mengirim subyek khusus untuk menangani terjangkitnya H1N1 peserta festival paduan suara ini yang terdiri dari minister konselor politik, konselor sosial budaya ke lokasi penyelengaraan festival di Chang Wong dan Ma Khan," tutur Menkes.

Saat ini terdapat 9 grup paduan suara Indonesia dari 12 grup yang direncanakan akan hadir, yaitu Paduan Suara Internal Jobs Voice Yogyakarta 32 orang, PSM Universitas Hassanudin Makasar 32 orang, Bitung City Vocal 43 orang, Vokalista Angel 51 orang, PSM Universitas Negeri Manado 34 orang, Elfa's Music School 83 orang, Gorontalo Univa Siswa 34 orang, PST Mutiva 32 orang, Yuevi Misva 35 orang dengan total peserta dari Indonesia 366 orang.

Di Indonesia

Di Indonesia sendiri hingga 12 Juli 2009 secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 mencapai 64 orang, terdiri dari 43 orang laki-laki dan 21 orang perempuan.

Tambahan kasus hingga Minggu siang kemarin sebanyak 12 orang (7 laki-laki dan 5 perempuan), masing-masing 8 orang dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta, 2 orang di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, masing-masing 1 orang di RS Sanglah Denpasar Bali dan RS Hasan Sadikin Bandung.

Ke-12 kasus baru positif influenza A H1N1 tersebut adalah Ys (P, 12 tahun), VP (L, 12 tahun), SR (L, 14 tahun), Ks (L, 15 tahun), SH (P, 7 tahun), IB (L, 25 tahun). SA (P, 44 tahun), dan MS (P, 30 tahun) dirawat di RSPI Sulianti Saroso Jakarta. Sedangkan Nk (L, 9 tahun) dan Kv (L, 8 tahun) dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Ev (P, 37 tahun) dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung, dan RL (L, 40 tahun) dirawat di RS Sanglah Denpasar Bali.

Dari 12 kasus positif tambahan ini, 5 di antaranya mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri: Malaysia, Singapura, Turki, Jepang dan New Zealand. Sedangkan berdasarkan kewarganegaraan dari 12 kasus tambahan, dua orang adalah WNA dan 10 orang adalah WNI.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menyatakan, data menunjukkan bahwa sebagian dari penyakit ini dapat sembuh sendiri. Bahkan 95 persen kasus di dunia tidak sampai dibawa ke rumahsakit dengan angka kematian yang juga relatif kecil yaitu 0,4 persen.  

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat di antaranya mencuci tangan dengan sabun. Melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila sakit dengan gejala influenza supaya mengenakan masker dan tidak beraktifitas dan pergi ke dokter apabila sakit flunya tidak membaik. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau