Potongan Dada Korban Mutilasi Ditemukan

Kompas.com - 14/07/2009, 14:06 WIB

MAGETAN, KOMPAS.com — Potongan tubuh bagian dada perempuan yang diduga menjadi korban mutilasi ditemukan di Magetan, Selasa (14/7).
   
Kapolres Magetan AKBP Jacob Prajogo mengatakan, bagian tubuh tersebut ditemukan oleh petugas Polres Magetan dan warga Dusun Mojosemi, Kelurahan Sarangan, Magetan. Polisi kini kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan pertama dan kedua di Jembatan Mojosemi.
   
"Berdasarkan penemuan sebelumnya, petugas melanjutkan proses penyisiran di sekitar lokasi penemuan yang pertama dan kedua. Ini dilakukan untuk mencari bagian tubuh lain yang belum ditemukan," ujarnya.
   
Menurut dia, potongan tubuh bagian dada ini ditemukan petugas sekitar radius 400 meter dari Jembatan Mojosemi. Potongan ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, dengan keadaan terbungkus tas plastik.
   
"Potongan tubuh bagian dada tersebut kini telah dibawa ke instalasi kamar jenazah RSUP dr Soedono, Madiun, dan digabungkan dengan bagian tubuh lainnya yang telah ditemukan, untuk proses otopsi," katanya.
   
Dengan ditemukannya potongan bagian dada ini, berarti semua bagian tubuh perempuan korban mutilasi telah berhasil ditemukan. Diberitakan, bagian kepala dan tangan ditemukan di Bus Sumber Kencono di Terminal Umbulharjo, Yogyakarta pada Jumat (10/7).
   
Kemudian, bagian perut hingga pangkal paha ditemukan di Jembatan Mojosemi oleh Kaderi, warga Mojosemi, Sarangan, Magetan pada Minggu (12/7). Sementara itu, bagian kaki dan dada ditemukan petugas kepolisian yang melakukan penyisiran di sekitar lokasi Jembatan Mojosemi.
  
"Bagian kaki ditemukan, Senin (13/7) malam, dan bagian dada ditemukan hari ini (14/7)," kata Prajogo.
    
Meski seluruh bagian tubuh telah ditemukan, polisi masih kesulitan mengungkap identitas perempuan korban mutilasi tersebut. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) cabang Surabaya masih bekerja keras guna menguak identitas korban.
   
Sementara itu, bagian kepala dan tangan korban saat ini masih berada di instalasi kamar jenazah Rumah Sakit dr Sarjito Yogyakarta untuk proses otopsi. Pihak Polda Jatim dan DIY akan bekerja sama untuk mencocokkan, apakah bagian-bagian tubuh yang ditemukan di dua tempat ini berasal dari orang yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau