Kepedihan Membekas bagi Keluarga Tersangka Pelaku Mutilasi

Kompas.com - 15/07/2009, 07:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -Tertangkapnya Ilman Zaenuddin (26) tersangka kasus pembunuhan dengan korban mutilasi yang ditemukan di dalam bus di terminal Banjar Patoman, Jawa Barat, meninggalkan kepedihan bagi keluarga tersangka. Sunyani (30) istri tersangka, tidak tahu bagaimana nasib ia dan keempat anaknya yaitu Fadlan (9), Fira (6), Ipal (5), dan Riza (6 bulan) nantinya setelah suaminya tertangkap oleh Kepolisian Serang, Banten.

Pasalnya, sumber nafkah untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarga hanya mengandalkan hasil kerja serabutan suaminya di PT. Topindo Rekas yang beralamat di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Saya enggak kerja, suami aja yang kerja. Dia dapet Rp. 165 ribu perbulan. Kadang dapet uang tambahan dari bantu-bantu tetangga kalau enggak disuruh-suruh bos, " ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa ( 14/7 ).

Dengan jumlah penghasilan tersebut, kata Sunyani, ia harus memenuhi segala kebutuhan termasuk untuk membiayai anak pertama dan keduanya yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

"Yah dicukup-cukupin. Mana sekarang si bontot lagi sakit campak," ucapnya. "Setelah penangkapan suaminya yang telah dinikahi sejak tahun 1997 tersebut, tambahnya, tempat tinggalnya di jalan Madrasah Al Husna Lebak Bulus, Jakarta Selatan, langsung diamankan oleh kepolisian dengan dipasang garis polisi sehingga ia dan keempat anaknya harus pindah sementara ke kediaman adik Sunyati di daerah Cijantung, Jakarta Timur.

"Untuk sementara saya tinggal di tempat adik saya dulu. Untuk kebutuhan sehari-hari, saya minta bantuan dua adik saya. Nanti saya mau kerja, tapi belum tahu kerja apa," katanya. Sunyani pun baru sekali melihat suaminya ketika dibawa oleh kepolisian kerumahnya untuk menjemput Hidayat adik Ilman yang diduga terlibat dalam pembunuhan.

"Saya sempet lihat sebentar di dalam mobil polisi waktu polisi jemput Hidayat. Saya tanya ke suami, ayah ada apa? Jawab ayah jangan bohong. Terus dia jawab saya juga enggak tahu," cerita Sunyani.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau