JAKARTA, KOMPAS.com -Tertangkapnya Ilman Zaenuddin (26) tersangka kasus pembunuhan dengan korban mutilasi yang ditemukan di dalam bus di terminal Banjar Patoman, Jawa Barat, meninggalkan kepedihan bagi keluarga tersangka. Sunyani (30) istri tersangka, tidak tahu bagaimana nasib ia dan keempat anaknya yaitu Fadlan (9), Fira (6), Ipal (5), dan Riza (6 bulan) nantinya setelah suaminya tertangkap oleh Kepolisian Serang, Banten.
Pasalnya, sumber nafkah untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarga hanya mengandalkan hasil kerja serabutan suaminya di PT. Topindo Rekas yang beralamat di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Saya enggak kerja, suami aja yang kerja. Dia dapet Rp. 165 ribu perbulan. Kadang dapet uang tambahan dari bantu-bantu tetangga kalau enggak disuruh-suruh bos, " ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa ( 14/7 ).
Dengan jumlah penghasilan tersebut, kata Sunyani, ia harus memenuhi segala kebutuhan termasuk untuk membiayai anak pertama dan keduanya yang masih duduk dibangku sekolah dasar.
"Yah dicukup-cukupin. Mana sekarang si bontot lagi sakit campak," ucapnya. "Setelah penangkapan suaminya yang telah dinikahi sejak tahun 1997 tersebut, tambahnya, tempat tinggalnya di jalan Madrasah Al Husna Lebak Bulus, Jakarta Selatan, langsung diamankan oleh kepolisian dengan dipasang garis polisi sehingga ia dan keempat anaknya harus pindah sementara ke kediaman adik Sunyati di daerah Cijantung, Jakarta Timur.
"Untuk sementara saya tinggal di tempat adik saya dulu. Untuk kebutuhan sehari-hari, saya minta bantuan dua adik saya. Nanti saya mau kerja, tapi belum tahu kerja apa," katanya. Sunyani pun baru sekali melihat suaminya ketika dibawa oleh kepolisian kerumahnya untuk menjemput Hidayat adik Ilman yang diduga terlibat dalam pembunuhan.
"Saya sempet lihat sebentar di dalam mobil polisi waktu polisi jemput Hidayat. Saya tanya ke suami, ayah ada apa? Jawab ayah jangan bohong. Terus dia jawab saya juga enggak tahu," cerita Sunyani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang