Bawaslu Putuskan Dugaan Pelanggaran KPU dan Telekonferensi SBY

Kompas.com - 16/07/2009, 11:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar pleno, Kamis (16/7) siang, untuk memutuskan hasil pemeriksaan atas dugaan pelanggaran dan penyimpangan pemilu presiden yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu juga atas rangkaian pemeriksaan tim pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

"Kami pleno siang ini sekitar pukul 12.00 atau 13.00. Kita kan sudah mengklarifikasi beberapa orang, nanti akan dikaji di pleno," kata Anggota Bawaslu, Wahidah Suaib, Jakarta, Kamis.

Hasil pemeriksaan yang dibahas hari ini di antaranya dugaan pelanggaran KPU terkait daftar pemilih tetap (DPT), logistik, pengurangan tempat pemungutan suara (TPS) hingga 69.000, serta keterlibatan lembaga asing The International Foundation of Electoral Systems (IFES) dalam penyelenggaraan tabulasi nasional menggunakan layanan pesan singkat (SMS).

"Kita kemarin sudah mengklarifikasi beberapa orang, termasuk anggota KPU dan IFES. Mudah-mudahan cukup," ujar perempuan berjilbab ini.

Namun, lanjut Wahidah, tidak menutup kemungkinan Bawaslu juga akan memanggil pihak lain, seperti Telkomsel untuk masalah tabulasi nasional. "Itu nanti akan kita plenokan," ujarnya.

Kemudian, mengenai acara telekonferensi calon presiden sekaligus Presiden SBY dengan gubernur se-Indonesia pada 7 Juli 2009 juga akan diplenokan. Oleh kubu Mega-Prabowo, SBY dilaporkan ke Bawaslu karena ditengarai melakukan kampanye di luar jadwal dan menyalahgunakan jabatan.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (15/7), tim kampanye nasional SBY-Boediono menyambangi Bawaslu untuk memberikan klarifikasi. Dalam keterangannya ke Bawaslu, timkamnas pasangan yang diusung Partai Demokrat ini membantah adanya unsur kampanye dalam telekonferensi tersebut. Di samping itu, Bawaslu juga memanggil Mendagri Mardiyanto yang juga hadir memberikan keterangan ke Bawaslu sekitar pukul 19.00.

"Masalah telekonferensi ini akan kita putuskan hari ini," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau