JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar pleno, Kamis (16/7) siang, untuk memutuskan hasil pemeriksaan atas dugaan pelanggaran dan penyimpangan pemilu presiden yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu juga atas rangkaian pemeriksaan tim pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
"Kami pleno siang ini sekitar pukul 12.00 atau 13.00. Kita kan sudah mengklarifikasi beberapa orang, nanti akan dikaji di pleno," kata Anggota Bawaslu, Wahidah Suaib, Jakarta, Kamis.
Hasil pemeriksaan yang dibahas hari ini di antaranya dugaan pelanggaran KPU terkait daftar pemilih tetap (DPT), logistik, pengurangan tempat pemungutan suara (TPS) hingga 69.000, serta keterlibatan lembaga asing The International Foundation of Electoral Systems (IFES) dalam penyelenggaraan tabulasi nasional menggunakan layanan pesan singkat (SMS).
"Kita kemarin sudah mengklarifikasi beberapa orang, termasuk anggota KPU dan IFES. Mudah-mudahan cukup," ujar perempuan berjilbab ini.
Namun, lanjut Wahidah, tidak menutup kemungkinan Bawaslu juga akan memanggil pihak lain, seperti Telkomsel untuk masalah tabulasi nasional. "Itu nanti akan kita plenokan," ujarnya.
Kemudian, mengenai acara telekonferensi calon presiden sekaligus Presiden SBY dengan gubernur se-Indonesia pada 7 Juli 2009 juga akan diplenokan. Oleh kubu Mega-Prabowo, SBY dilaporkan ke Bawaslu karena ditengarai melakukan kampanye di luar jadwal dan menyalahgunakan jabatan.
Diberitakan sebelumnya, Rabu (15/7), tim kampanye nasional SBY-Boediono menyambangi Bawaslu untuk memberikan klarifikasi. Dalam keterangannya ke Bawaslu, timkamnas pasangan yang diusung Partai Demokrat ini membantah adanya unsur kampanye dalam telekonferensi tersebut. Di samping itu, Bawaslu juga memanggil Mendagri Mardiyanto yang juga hadir memberikan keterangan ke Bawaslu sekitar pukul 19.00.
"Masalah telekonferensi ini akan kita putuskan hari ini," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang