Pasar Motor Nasional Stagnan Juli Ini

Kompas.com - 17/07/2009, 14:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Meski mengalami lonjakan pasar yang cukup tinggi bulan lalu , pasar motor nasional Juli cenderung stagnan. Bahkan, angka yang diprediksi cenderung konservatif berada dikisaran 420.000 unit.

Angka ini masih berada di bawah pencapaian Juni yang mencapai angka 485.244 unit, atau bahkan menurun hingga 13,4 persen. Prediksi ini diutarakan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata dan General Manager Marketing Mortocycle Segment PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala secara terpisah di Jakarta, Kamis (17/7).

"Kalau dengan rata-rata 420.000 hingga akhir tahun ini, 5 juta unit akan mampu terlampaui. Makannya saya kasih prediksi yang konservatif saja," papar Gunadi.

Dia menjelaskan, hingga semester kedua tahun ini pasar motor hanya akan terkoreksi sekitar 18 persen, atau masih dibawah dari prediksi awal yang hingga 29 persen dibandingkan pasar tahun lalu. Selain itu, lembaga pembiayaan (leasing) saat ini masih sulit memperoleh dana dari bank sehingga mulai memanfaatkan pemasukan dari masyarakat.

"Pada April dan Mei, perusahaan mulai mengeluarkan berbagai obligasi dan menarik dana segar dari masyarakat. Nah, pada Juli ini dana ini akan mulai digunakan, sehingga secara total pasarnya (motor) akan lebih baik ketimbang semester pertama lalu," paparnya.

Hasil Akhir

Di sisi lain, Honda selaku pimpinan pasar motor nasional lebih mementingkan hasil akhir ketimbang kemenangan sementara. Pasalnya, Yamaha sebagai rival utamanya sempat menyalip penjualan pada Juni 2009 dengan perolehan 218.614 unit, atau berada diatas merek berlambang sayap mengepak ini yang hanya 216.876 unit.

"Kalau dalam balapan itu yang paling penting hasil akhir. Kalau sempat disalip di beberapa lap, itu biasalah," ujar Sigit.

Dia melanjutkan, Honda akan kembali mengambil pimpinan penjualan pada Juli ini. Penurunan yang terjadi pada bulan lalu, hanya karena faktor ketersediaan stok yang minim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau