JAKARTA, KOMPAS.com- Meski mengalami lonjakan pasar yang cukup tinggi bulan lalu , pasar motor nasional Juli cenderung stagnan. Bahkan, angka yang diprediksi cenderung konservatif berada dikisaran 420.000 unit.
Angka ini masih berada di bawah pencapaian Juni yang mencapai angka 485.244 unit, atau bahkan menurun hingga 13,4 persen. Prediksi ini diutarakan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata dan General Manager Marketing Mortocycle Segment PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala secara terpisah di Jakarta, Kamis (17/7).
"Kalau dengan rata-rata 420.000 hingga akhir tahun ini, 5 juta unit akan mampu terlampaui. Makannya saya kasih prediksi yang konservatif saja," papar Gunadi.
Dia menjelaskan, hingga semester kedua tahun ini pasar motor hanya akan terkoreksi sekitar 18 persen, atau masih dibawah dari prediksi awal yang hingga 29 persen dibandingkan pasar tahun lalu. Selain itu, lembaga pembiayaan (leasing) saat ini masih sulit memperoleh dana dari bank sehingga mulai memanfaatkan pemasukan dari masyarakat.
"Pada April dan Mei, perusahaan mulai mengeluarkan berbagai obligasi dan menarik dana segar dari masyarakat. Nah, pada Juli ini dana ini akan mulai digunakan, sehingga secara total pasarnya (motor) akan lebih baik ketimbang semester pertama lalu," paparnya.
Hasil Akhir
Di sisi lain, Honda selaku pimpinan pasar motor nasional lebih mementingkan hasil akhir ketimbang kemenangan sementara. Pasalnya, Yamaha sebagai rival utamanya sempat menyalip penjualan pada Juni 2009 dengan perolehan 218.614 unit, atau berada diatas merek berlambang sayap mengepak ini yang hanya 216.876 unit.
"Kalau dalam balapan itu yang paling penting hasil akhir. Kalau sempat disalip di beberapa lap, itu biasalah," ujar Sigit.
Dia melanjutkan, Honda akan kembali mengambil pimpinan penjualan pada Juli ini. Penurunan yang terjadi pada bulan lalu, hanya karena faktor ketersediaan stok yang minim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang