Polisi Identifikasi Sidik Jari Korban

Kompas.com - 17/07/2009, 22:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak empat petugas penyidik dari Polda Metro Jaya datang ke RS Jakarta untuk melakukan identifikasi sidik jari korban bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Kita lakukan identifikasi sidik jari," ucap salah satu petugas ketika baru tiba di RS Jakarta sekitar pukul 20.00, Jumat (17/7).

Begitu tiba, mereka langsung masuk ke Ruang Aster lantai satu di mana dirawat dua korban. Sekitar 30 menit kemudian empat petugas tersebut keluar dan langsung menuju lantai tiga dimana dirawat empat korban lain tanpa berkomentar banyak mengenai hasil identifikasi korban di lantai I. "Kita akan sisir semua korban," ucap singkat salah satu petugas.

Namun, setelah ditunggu oleh para wartawan dilantai I, tim identifikasi ternyata keluar meninggalkan RS Jakarta melalui pintu lain.

Hingga saat ini, RS Jakarta masih merawat tujuh korban bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Kuningan yaitu:

1. Deni Purwanto mengalami cruris hecting dirawat di Ruang ICU

2. Sidik Maulana (21) menderita sakit di kaki kanan dirawat di Ruang Aster

3. Andri Tirta Marsadi mengalami luka di kepala bagian belakang dan lengan kanan

4. Dikdik Ahmad Taufiq (39) mengalami luka bakar di bawah telinga kanan dan excoriasi kaki muka, dan tangan dirawat di Ruang 359

5. Hendri (39) mengalami luka di kepala dan pendengaran turun dirawat di Ruang 337

6. Wahidul Qohar (32) mengalami nyeri bahu kanan dan telinga kanan berdengung dirawat di Ruang Aster

7. Bambang Triyanto (30) mengalami shock dirawat di Ruang 359

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau